Semarang—Universitas Negeri Semarang (UNNES) sedang melakukan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan kampus Sekaran, Gunungpati.
Pembangunan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemudahan akses bahan bakar, terutama untuk sivitas akademika UNNES, serta mendukung pengembangan unit usaha kampus.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Direktorat Sistem Informasi dan Humas, Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum., atau biasa dipanggil dengan Pak Rahmat, menjelaskan bahwa pembangunan SPBU ini merupakan bagian dari upaya UNNES sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) untuk mencapai kemandirian finansial.
Berkaitan dengan hal itu, di daerah Sekaran–Gunungpati juga belum terdapat SPBU besar sehingga menjadi pertimbangan bagi pihak UNNES untuk membangunnya.
“Jadi UNNES itu sejak 2022 sudah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Salah satu perbedaan yang harus dimiliki oleh PTNBH adalah harus memiliki kemandirian, salah satunya dalam bidang ekonomi atau finansial. Oleh karena itu, pemerintah memberikan keleluasaan untuk mengembangkan. Kami sudah memiliki beberapa jenis usaha, misalnya katering dan travel. Kami juga melakukan analisis, ternyata di daerah Sekaran itu salah satu bisnis yang potensial adalah SPBU,” ujarnya.
Pembangunan SPBU ini dikembangkan oleh UNNES melalui Badan Optimalisasi Aset dan Bisnis (BOAB).
Dalam pelaksanaannya, BOAB membentuk badan usaha berbentuk PT yang bertugas mengelola SPBU tersebut, serta bekerja sama dengan Pertamina dalam pengelolaannya.
“Proyek ini dikembangkan oleh UNNES, tetapi di bawah UNNES itu ada namanya BOAB. Nah, BOAB itu memiliki badan hukum baru yang namanya Perseroan Terbatas (PT). PT itulah yang mengelola SPBU dan bekerja sama dengan Pertamina,” ujar Pak Rahmat.
Adapun progres pembangunan saat ini ditargetkan selesai pada April dan akan dilanjutkan dengan tahap uji coba operasional.
Jika berjalan sesuai rencana, SPBU UNNES diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Pak Rahmat menyatakan bahwa, ”Targetnya sekitar bulan ini (April) konstruksi selesai, kemungkinan nanti ada waktu uji coba, tapi mudah-mudahan pertengahan tahun 2026 sudah bisa beroperasi”.
Di sisi lain, pembangunan SPBU ini juga memunculkan tanggapan dari pelaku usaha pom mini. Salah satu pemilik usaha pom mini di dekat UNNES mengaku tidak terlalu khawatir meskipun berpotensi mengalami penurunan pembeli.
Pemilik pom mini tersebut bernama Pak Utmaka. Ia menyatakan, ”Kalau di UNNES ini, yang baru. Kalau bagi saya ya biasa-biasa saja. Ya mungkin ada kekurangan pembeli. Tapi ya memang kalau tidak ada ya tidak masalah.
Contohnya yang dulu di dekat sini kan juga ada. Tapi lama-lama ya sudah kembali lagi (pelanggannya)”.
Mahasiswa pun menyambut positif pembangunan fasilitas ini. Salah seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa keberadaan SPBU di dalam kampus akan sangat membantu.
“Tentu saja sangat senang dengan pembangunan SPBU yang baru itu, karena lebih dekat daripada harus jauh-jauh ke Muntal Patemon yang antreannya sangat banyak sampai ke jalan,” ujar Nia Mila, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, UNNES.
Lokasi pembangunan SPBU di kawasan Kampus Sekaran dinilai strategis oleh berbagai pihak.
Dari sisi perencanaan, pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bisnis karena berada di area yang cukup ramai dan memiliki potensi tinggi untuk menjangkau kebutuhan bahan bakar masyarakat dan sivitas akademika.
”Berkaitan dengan pertimbangan bisnis ya, karena ini SPBU harus berada di lokasi yang strategis.
Lokasi atau lahan di Sikere itu salah satu yang cukup ramai, sehingga dipilih untuk lokasi SPBU tersebut,” ujar Pak Rahmat.
Hal ini juga sejalan dengan pendapat salah seorang warga yang tinggal di Kelurahan Sekaran. Ibu Kumaidah menyatakan, ”Lumayan strategis karena dekat jalan raya”.
Dengan adanya pembangunan SPBU UNNES ini, diharapkan kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi dengan akses lebih mudah dan dekat.
Selain itu, keberadaan SPBU juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi serta meningkatkan efisiensi waktu bagi para pengguna di lingkungan UNNES.
Editor : Mahendra Aditya