Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik! UNNES Bangun SPBU di Kawasan Kampus Sekaran, Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026

Ali Mustofa • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:55 WIB
SPBU UNNES (doc. pribadi)
SPBU UNNES (doc. pribadi)

RADAR KUDUSUniversitas Negeri Semarang tengah merealisasikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu mempermudah akses bahan bakar bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat sekitar.

Selain untuk meningkatkan pelayanan, pembangunan SPBU juga menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat sektor usaha dan meningkatkan kemandirian keuangan sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Direktorat Sistem Informasi dan Humas UNNES, Surahmat, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan salah satu langkah pengembangan unit bisnis kampus setelah UNNES berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sejak tahun 2022.

Menurutnya, status PTNBH memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan berbagai usaha yang dapat menopang kemandirian finansial.

Sebelumnya, UNNES telah memiliki sejumlah unit usaha seperti layanan katering dan perjalanan wisata.

Selain faktor pengembangan usaha, minimnya keberadaan SPBU besar di kawasan Sekaran dan Gunungpati juga menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Pengembangan SPBU dilakukan melalui Badan Optimalisasi Aset dan Bisnis yang bertugas mengelola aset dan usaha kampus.

Dalam pelaksanaannya, BOAB membentuk perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang nantinya akan menjadi pengelola operasional SPBU.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan Pertamina dalam penyediaan dan pengelolaan layanan bahan bakar.

Skema ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan yang profesional sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampus secara berkelanjutan.

Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

Saat ini pembangunan fisik SPBU terus berjalan dan ditargetkan segera memasuki tahap penyelesaian konstruksi.

Setelah pembangunan rampung, pengelola akan melaksanakan serangkaian uji coba operasional sebelum fasilitas dibuka untuk umum.

Pihak kampus optimistis SPBU tersebut dapat mulai melayani konsumen pada pertengahan tahun 2026 apabila seluruh proses berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kehadiran SPBU baru di lingkungan kampus turut menjadi perhatian para pelaku usaha penjualan bahan bakar eceran atau pom mini di sekitar kawasan Sekaran.

Meski berpotensi memengaruhi jumlah pelanggan, salah satu pemilik pom mini setempat mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan dampaknya.

Menurutnya, persaingan usaha merupakan hal yang wajar dan pengalaman sebelumnya menunjukkan pelanggan biasanya akan kembali setelah kondisi pasar menyesuaikan.

Rencana beroperasinya SPBU di dalam kawasan kampus mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa.

Mereka menilai keberadaan fasilitas tersebut akan menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu lagi mencari SPBU yang lokasinya cukup jauh dari kampus.

Selama ini, banyak mahasiswa harus menuju kawasan Muntal atau Patemon untuk mengisi bahan bakar, sementara antrean kendaraan di lokasi tersebut kerap mengular hingga ke badan jalan.

Dengan adanya SPBU baru, kebutuhan bahan bakar di lingkungan kampus diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan cepat.

Diharapkan Beri Manfaat Ekonomi

Dari sisi bisnis, lokasi pembangunan SPBU dipandang memiliki potensi yang besar.

Kawasan Sekaran merupakan salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup ramai karena menjadi pusat kegiatan pendidikan, perdagangan, dan permukiman.

Posisinya yang berada dekat jalur utama juga dinilai mampu menjangkau pengguna kendaraan dari berbagai arah, baik sivitas akademika maupun warga sekitar.

Sejumlah warga setempat menilai lokasi tersebut cukup ideal karena mudah diakses dan berada tidak jauh dari jalan raya utama.

Pembangunan SPBU UNNES tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Selain mendukung pendapatan kampus, keberadaan fasilitas tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Sekaran.

Dengan akses yang lebih dekat, mahasiswa dan masyarakat juga dapat menghemat waktu perjalanan untuk memperoleh bahan bakar, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien.

Ke depan, SPBU ini diharapkan menjadi salah satu fasilitas penunjang penting bagi perkembangan kawasan pendidikan di sekitar Kampus Sekaran UNNES.

Editor : Ali Mustofa
#semarang #SPBU #Unnes #Gunungpati #pertamina