KUDUS - Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama dalam arah kebijakan APBD 2026 di sejumlah daerah eks-Karesidenan Pati.
Berdasarkan perbandingan rancangan dan prioritas anggaran di enam kabupaten, yakni Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora, terlihat adanya persaingan pembangunan yang mulai mengarah pada percepatan konektivitas wilayah dan perbaikan jalan.
Dari hasil analisis, Kabupaten Pati dinilai menjadi daerah paling agresif dalam pembangunan infrastruktur tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Pati bahkan menyiapkan langkah tambahan melalui pinjaman daerah sekitar Rp90 miliar yang difokuskan untuk percepatan pembangunan jalan.
Langkah tersebut menunjukkan keberanian fiskal sekaligus keseriusan pemerintah daerah dalam mengejar peningkatan kualitas infrastruktur.
Di posisi berikutnya, Kabupaten Grobogan juga menunjukkan kekuatan pembangunan yang cukup besar.
Dengan belanja modal yang mencapai ratusan miliar rupiah, Grobogan menempatkan infrastruktur sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Fokus pembangunan tidak hanya pada jalan, tetapi juga lingkungan dan ketahanan wilayah terhadap bencana.
Sementara itu, Kabupaten Jepara mulai menunjukkan arah pembangunan yang lebih terfokus dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Infrastruktur disebut menjadi prioritas utama dalam APBD 2026, termasuk adanya indikasi tambahan anggaran pembangunan sekitar Rp100 miliar. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung konektivitas kawasan industri furnitur, pariwisata, hingga akses desa-desa pesisir.
Jepara juga dinilai memiliki keuntungan dari sisi kapasitas fiskal karena total APBD daerah tergolong cukup besar di kawasan pantura timur Jawa Tengah.
Dengan dukungan anggaran tersebut, peluang percepatan pembangunan jalan dan pemerataan infrastruktur dinilai cukup terbuka.
Kabupaten Blora berada pada kelompok daerah yang tetap agresif meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.
Pemerintah daerah tetap menempatkan pembangunan jalan sebagai prioritas, termasuk penambahan anggaran sektor pekerjaan umum di tengah menurunnya transfer dari pemerintah pusat.
Berbeda dengan daerah lain, Kabupaten Rembang cenderung mengambil langkah lebih moderat.
Infrastruktur tetap masuk prioritas pembangunan, namun belum terlihat adanya lonjakan besar anggaran maupun proyek strategis yang menonjol dalam rancangan APBD 2026.
Adapun Kabupaten Kudus dinilai paling konservatif dalam ekspansi pembangunan infrastruktur tahun depan.
Kondisi ruang fiskal yang lebih ketat membuat arah APBD lebih berhati-hati.
Meski demikian, kondisi infrastruktur Kudus yang relatif lebih baik dibanding beberapa daerah sekitar membuat kebutuhan pembangunan besar tidak seagresif daerah lain.
Secara umum, tren APBD 2026 di wilayah eks-Karesidenan Pati menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi instrumen utama pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan wilayah, dan peningkatan pelayanan publik.
Persaingan pembangunan antarwilayah ini diperkirakan akan semakin terasa dalam dua tahun mendatang, terutama pada sektor jalan, konektivitas kawasan ekonomi, serta infrastruktur pendukung investasi daerah.
Editor : Admin