SEMARANG — Seorang pelajar kelas 2 SD dari Bergas Lor, Kabupaten Semarang, yang bernama Arvino Faezya Adiwongso atau AF (7 tahun), meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026) pagi setelah tertimpa patung dekoratif di halaman belakang Museum Ranggawarsita, Kota Semarang.
Kejadian ini terjadi saat korban mengikuti kegiatan outing class pada hari Senin (11/5/2026), meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan sekolahnya.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di area taman Museum Ronggowarsito, yang terletak di Jalan Abdul Rahman Saleh No. 1, Kali Banteng Kidul, Semarang Barat.
Saat korban bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba patung dekoratif tersebut jatuh menimpa mereka.
Baca Juga: Penumpang Melonjak, Kereta Api Semarang Penuh Saat Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Menurut Kepala Museum Ronggowarsita, Agung Nugroho, kejadian ini berlangsung saat rombongan anak-anak dari PAUD tempat nenek korban bekerja sedang melakukan kunjungan ke museum.
Arvino dibawa ke Rumah Sakit Columbia Asia untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Dokter melakukan operasi darurat setelah hasil rontgen menunjukkan pendarahan di area hati.
Sayangnya, pada pukul 07. 50 WIB keesokan harinya, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menginformasikan bahwa sebelumnya, korban sempat tidak sadarkan diri sebelum dilarikan ke rumah sakit, dan pihak berwenang kini menyelidiki penyebab robohnya patung tersebut.
Baca Juga: Keselamatan Pengguna Jalan, Pemkot Semarang Bersihkan Ceceran Tanah di Jalan Yos Sudarso
Keadaan patung di halaman belakang museum menjadi perhatian utama, karena patung itu merupakan bagian dari dekorasi taman yang sudah terpasang cukup lama.
Pihak museum menyatakan bahwa lokasi wisata tersebut umumnya aman untuk para pengunjung, termasuk anak-anak, namun peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang perawatan fasilitas tersebut.
Keluarga korban yang tinggal di Bergas Lor, Kabupaten Semarang, kini berduka atas kehilangan putra mereka yang berusia 7 tahun.
Kejadian ini terjadi dua hari sebelum insiden lainnya di lokasi museum yang sama, menyebabkan kesedihan lebih dalam bagi pendidikan setempat.
Baca Juga: Kebakaran Melanda Gedung Metro Sport Center Semarang
Sekolah dasar tempat korban belajar di Bergas Lor telah mengadakan doa bersama untuk keluarga yang ditinggalkan, sementara pengunjung museum diminta untuk lebih berhati-hati saat berada di area taman.
Tragedi yang menimpa Arvino Faezya Adiwongso menjadi pengingat penting tentang keselamatan fasilitas publik, terutama di tempat wisata yang sering dikunjungi oleh anak-anak.
Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. (*)
Editor : Anita Fitriani