RADAR KUDUS – Sebuah truk boks pengangkut paket bernomor polisi AE 8434 BA mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling.
Lokasinya di area SPBU 55.501.44 Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Insiden tersebut membuat aktivitas SPBU terhenti sementara karena proses evakuasi kendaraan berlangsung di lokasi.
Pantauan di lapangan, proses penanganan dimulai dengan kedatangan truk derek sekitar pukul 08.16 WIB.
Tidak lama berselang, sebuah truk boks lain juga tiba di lokasi dan langsung digunakan untuk memindahkan sebagian muatan yang berserakan akibat kecelakaan tersebut.
Sejumlah petugas dan pekerja tampak bergotong royong melakukan proses pemindahan barang.
Meski SPBU seharusnya sudah mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB, layanan utama belum dibuka hingga proses evakuasi dinyatakan aman.
Namun demikian, fasilitas pendukung seperti minimarket serta layanan pengisian angin masih tetap melayani pelanggan yang datang.
Pengemudi truk, Muhammad Yasin (54), mengungkapkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIB saat dirinya melintas dari arah Surabaya dengan tujuan wilayah Semarang.
Truk tersebut diketahui membawa berbagai jenis barang paket dengan total muatan diperkirakan mencapai lebih dari lima ton.
“Sekitar jam 04.30 WIB, pas subuh. Saya bawa barang dari Surabaya ke Semarang, kawasan sini,” ujar Yasin di lokasi kejadian, Rabu (13/5/2026).
Ia menyebut muatan yang dibawa terdiri dari berbagai jenis barang seperti sandal, sepatu, gelas, kopi, hingga plastik dan tali.
Menurutnya, beban kendaraan cukup berat saat melintasi jalur tersebut.
“Muatan kira-kira lima ton lebih, campur-campur barangnya,” tambahnya.
Yasin menjelaskan, saat mulai memasuki tanjakan Silayur, ia menggunakan gigi dua dan kondisi kendaraan masih berjalan normal.
Namun sesaat sebelum mencapai puncak tanjakan, truk tiba-tiba kehilangan tenaga.
“Saya pakai gigi dua dari bawah, masih lancar. Tapi pas hampir puncak, sudah nggak kuat,” ungkapnya.
Dalam kondisi tersebut, ia berusaha memindahkan gigi ke posisi satu, namun kendaraan sudah lebih dulu mengalami selip dan mulai meluncur mundur.
Lebih parahnya, sistem pengereman tidak bekerja maksimal sehingga laju kendaraan tidak dapat dikendalikan.
“Sudah mau saya oper ke gigi satu, tapi sudah keburu melorot. Rem juga nggak bisa ngapa-ngapain, sudah pasrah saya,” tuturnya.
Truk kemudian meluncur cukup jauh ke belakang hingga mencapai area SPBU.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas sempat berusaha menghindar sambil meneriakkan peringatan kepada pengemudi.
“Motor-motor pada menghindar, ada yang teriak-teriak ‘we we we’. Untung nggak ada mobil,” kata Yasin.
Ia juga mengaku sejak awal perjalanan dari Surabaya, rem kendaraan sudah terasa kurang pakem.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi saat melintasi tanjakan.
“Iya dari awal sudah terasa remnya kurang pakem,” jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan rekaman CCTV SPBU, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.31 WIB.
Truk terlihat datang dari arah atas sebelum akhirnya masuk ke area SPBU dan terguling di dekat bak penampungan bahan bakar.
Petugas SPBU, Nayni, mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut.
Namun ia sempat mendengar suara benturan keras dari dalam mess.
“Saya dengar suara ‘bruk’ keras, kira bukan di sini. Ternyata kejadian di area SPBU,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyampaikan bahwa SPBU ditutup sementara selama proses evakuasi berlangsung.
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
“SPBU Silayur ditutup sementara untuk evakuasi dan pengamanan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR, Taufiq Kurniawan.
Ia menjelaskan, kendaraan tersebut sempat gagal menanjak menuju arah Kedungpane hingga akhirnya mundur dan menghantam area bongkar muat SPBU.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan dampak kerusakan hanya terjadi pada area tertentu.
Proses evakuasi dilakukan dengan pengawasan ketat menggunakan alat berat serta melibatkan tim pemadam kebakaran untuk memastikan keamanan sekitar.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di lokasi kejadian guna menghindari kemacetan dan risiko tambahan.
Hingga proses evakuasi berlangsung, truk dan muatannya masih dalam penanganan petugas gabungan.
Kondisi SPBU akan kembali dievaluasi sebelum kembali beroperasi secara normal.