Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Truk Paket Terguling di SPBU Silayur Semarang, Rem Diduga Tak Berfungsi Saat Menanjak

Ali Mustofa • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:26 WIB
Kondisi truk muatan paket yang terguling di SPBU Silayur Semarang Rabu (13/5/2026). (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Kondisi truk muatan paket yang terguling di SPBU Silayur Semarang Rabu (13/5/2026). (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur tanjakan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kali ini, sebuah truk pengangkut paket bernomor polisi AE 8434 BA berwarna oranye yang dikemudikan Muhammad Yasin (54), warga Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di area pekarangan SPBU Silayur.

Insiden bermula ketika truk melaju dari arah Jrakah menuju kawasan BSB, Kecamatan Mijen.

Saat menanjak, kendaraan diduga kehilangan tenaga sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Truk kemudian mundur tanpa kendali hingga meluncur ke bawah.

Muhammad Yasin menjelaskan, saat menanjak ia telah menggunakan gigi dua.

Namun setelah melewati puncak tanjakan sekitar 500 meter, kendaraan tiba-tiba kehilangan tenaga dan mulai mundur.

Ia mengaku telah berusaha menurunkan gigi ke posisi satu dan mengerem, tetapi rem tidak berfungsi dengan baik.

Ia juga menarik rem tangan, namun laju truk tetap tidak tertahan. Kondisi jalan saat kejadian relatif sepi, meski terdapat beberapa pengendara sepeda motor dari dua arah.

Para pengendara sempat berteriak memperingatkan saat truk mundur tak terkendali.

Beruntung, kendaraan akhirnya melompati pembatas jalan dan masuk ke area SPBU sehingga tidak menabrak pengguna jalan lainnya.

Truk terus meluncur hingga memasuki halaman SPBU melalui akses keluar-masuk, lalu terguling setelah menabrak bangunan tandon penyimpanan BBM.

Pengemudi sempat terjepit sebelum akhirnya diselamatkan warga sekitar. Ia hanya mengalami luka lecet di bagian siku.

Pengemudi mengaku mengendarai truk seorang diri dan baru pertama kali melintasi jalur tersebut.

Ia juga menyebut kondisi rem kendaraan memang kurang optimal sejak awal perjalanan dari Surabaya menuju kawasan BSB dengan muatan paket.

Akibat kecelakaan tersebut, kondisi truk mengalami kerusakan cukup parah dan muatan barang berserakan karena pintu belakang jebol.

Bangunan SPBU dilaporkan hanya mengalami kerusakan pada area tandon BBM. 

Pihak perusahaan truk kemudian mengevakuasi barang yang tercecer, sementara kendaraan derek tiba sekitar pukul 08.15 WIB untuk proses evakuasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan SPBU tersebut memang tidak beroperasi pada malam hari karena tutup pukul 22.00 dan baru buka kembali pukul 06.00.

Pihak SPBU belum memberikan keterangan resmi dan menyatakan operasional masih menunggu keputusan manajemen.

Sekitar pukul 09.30 WIB, proses evakuasi truk berhasil dilakukan menggunakan derek berukuran besar.

Pertamina juga menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran yang menyemprotkan air ke area tandon BBM selama proses evakuasi berlangsung.

Dalam waktu kurang dari 15 menit, truk berhasil diangkat dan ditarik dari lokasi.

Selama proses tersebut, sejumlah pengendara memilih memutar balik karena SPBU belum beroperasi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi hanya mengalami luka ringan, sementara kerugian diperkirakan berupa kerusakan kendaraan dan fasilitas SPBU.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan jalur Jalan Prof. Hamka khususnya kawasan Silayur telah berada dalam pengawasan Dishub bersama Satlantas Polrestabes Semarang.

Kendaraan besar seperti tronton dan gandengan dibatasi melintas hanya pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, truk melintas sesuai jam yang diizinkan dengan kapasitas sekitar 4 ton, masih di bawah batas maksimal jalan yakni 8 ton.

Namun ditemukan masa uji KIR kendaraan telah habis sejak 2025.

Diduga kecelakaan terjadi akibat keterlambatan pengemudi memindahkan gigi serta kurang mengenal medan.

Faktor human error menjadi salah satu penyebab utama, terlebih kendaraan telah menempuh perjalanan jauh dari Surabaya.

Ke depan, Dishub berencana meningkatkan pengawasan, termasuk kemungkinan penerapan penjagaan 24 jam dan perbaikan portal pemeriksaan kendaraan.

Nantinya, setiap kendaraan yang hendak melintasi jalur tersebut akan diperiksa kelengkapan KIR dan muatan.

Jika dinilai tidak mampu melewati tanjakan, kendaraan akan diminta berputar balik meski berada pada jam yang diizinkan.

 
Editor : Ali Mustofa
#Silayur semarang #truk paket terguling #kendaraan #semarang #SPBU