PEKALONGAN – Warga Gang Gotong Royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan, diliputi kesedihan mendalam setelah seorang ibu rumah tangga berinisial T (66) meninggal dunia secara tragis.
Diduga akibat penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri, MSP (25), pada Senin (11/5) dini hari.
Korban mengalami luka berat di bagian kepala setelah dipukul menggunakan cobek batu di dalam rumah mereka.
Peristiwa memilukan tersebut mengagetkan warga sekitar yang selama ini mengenal keluarga korban.
Berdasarkan informasi di lokasi, kejadian pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya yang juga kakak pelaku.
Pada Minggu (10/5) sekitar pukul 23.00 WIB, saksi terbangun karena mendengar suara rintihan dari dalam rumah.
Saat memeriksa sumber suara, saksi menemukan ibunya sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka parah di kepala.
Di dekat tubuh korban, terdapat pecahan cobek batu yang diduga digunakan sebagai alat penganiayaan.
Sementara itu, pelaku terlihat berdiri di sekitar korban tanpa menunjukkan reaksi.
Korban kemudian dilarikan keluarga bersama warga ke RS Siti Khotidjah untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, akibat luka yang sangat serius, korban akhirnya meninggal dunia.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi melalui Kasat Reskrim AKP Setiyanto membenarkan kejadian tersebut.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan barang bukti, termasuk pecahan cobek yang ditemukan di sekitar korban.
Dari keterangan awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan atau termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Untuk memastikan kondisi kejiwaannya, pelaku kini diamankan dan menjalani observasi medis di RS Djunaid.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani observasi serta pendalaman terkait kondisi psikologisnya,” ungkap pihak kepolisian.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik kejadian tragis tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka insiden memilukan itu terjadi di lingkungan mereka.
Warga pun berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan melayat ke rumah duka.
Editor : Ali Mustofa