Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Persahabatan Aktivis Lingkungan Terungkap di Run for River Pekalongan, Pengelola Hotel Pekalongan Kenal Gary Sejak Masih Remaja

Ali Mustofa • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:32 WIB
AKRAB: Dodix saat bertemu dengan Gary dan saudaranya dari Sungai Watch saat isitraha di perbatasn Batang Kota Pekalongan, seblum lanjut lari ke Lapangan Mataram, pada Rabu malam (6/5/2026). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
AKRAB: Dodix saat bertemu dengan Gary dan saudaranya dari Sungai Watch saat isitraha di perbatasn Batang Kota Pekalongan, seblum lanjut lari ke Lapangan Mataram, pada Rabu malam (6/5/2026). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

PEKALONGAN – Di tengah riuhnya kegiatan pelari yang mengawal rombongan Sungai Watch menuju garis finis di kawasan Lapangan Mataram, tersimpan sebuah kisah lama yang kembali mencuat di Kota Pekalongan.

Sosok tersebut adalah I Gede Ardi Suryana, yang akrab disapa Dodix, pengelola The Sidji Hotel.

Ternyata, ia sudah mengenal pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, sejak masih berusia remaja.

Pertemuan keduanya dalam kegiatan Run for River di Pekalongan menjadi momen yang sarat nostalgia bagi Dodix.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Gary sekitar 16 tahun silam, ketika aktivis lingkungan asal Prancis itu masih duduk di bangku SMP dan berusia sekitar 14 tahun.

“Waktu itu masih era Facebook. Gary sering mengunggah aktivitas bersih-bersih pantai di Bali lewat gerakan kecil bernama Make a Change Bali,” ujar Dodix mengenang.

Rasa penasaran membuat Dodix kemudian mendatangi langsung aksi yang dilakukan Gary di kawasan Pantai Kedonganan dan Pantai Kayu Putih, Bali.

Sejak saat itu, ia mulai ikut mendukung gerakan lingkungan yang digagas Gary bersama rekan-rekannya.

Menurut Dodix, Gary sejak muda sudah menunjukkan kebiasaan yang berbeda dibandingkan anak muda asing lain yang tinggal di Bali pada masa itu.

“Biasanya anak-anak bule di Bali identik dengan dunia hiburan. Tapi Gary justru setiap pagi turun ke pantai, membersihkan sampah, lalu mengunggah kegiatannya,” katanya.

Gerakan sederhana itu lambat laun berkembang menjadi aksi yang lebih serius hingga akhirnya melahirkan organisasi Sungai Watch pada tahun 2020.

Sungai Watch sendiri didirikan di Bali oleh tiga bersaudara asal Prancis, yakni Gary, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib.

Organisasi ini berfokus pada penanganan sampah plastik di sungai melalui pemasangan penghalang sampah serta kegiatan bersih sungai secara rutin.

Di sela kegiatan di Pekalongan, suasana hangat dan penuh canda juga sempat terjadi saat Dodix bertemu kembali dengan Gary.

Dengan nada bercanda, Gary sempat melontarkan komentar ringan, “Pasti saya tambah ganteng kan,” yang langsung disambut tawa orang-orang di sekitarnya.

Tak hanya itu, Gary juga memperkenalkan kedua saudaranya kepada peserta kegiatan tersebut.

Ia bahkan menyebut adiknya, Sam, dengan panggilan khas yang diselipkan dengan gaya humor.

“Ini Sam… biasa dipanggil Samsudin,” ujar Gary sambil tersenyum, yang kembali memancing tawa para peserta.

Candaan tersebut mencairkan suasana, meski mereka dikenal sebagai aktivis lingkungan yang kiprahnya sudah mendunia.

Dodix juga menceritakan bahwa dirinya sempat bertemu Gary sekitar empat tahun lalu di fasilitas pengolahan sampah Sungai Watch di Bali, dan saat itu ia mendapatkan kaos edisi lama organisasi tersebut yang kini dipakai dalam kegiatan lari.

Setelah lama tidak berjumpa, keduanya kembali dipertemukan secara tak terduga di Pekalongan.

“Saya lihat dia lari menuju Semarang, lalu saya DM. Ternyata dia lewat Pekalongan, jadi saya ajak mampir dan istirahat di hotel,” ungkapnya.

Bagi Dodix, perjalanan Gary dari seorang remaja yang peduli lingkungan hingga menjadi tokoh gerakan lingkungan dunia merupakan sesuatu yang membanggakan.

“Dari dulu saya sudah kagum. Saat anak muda lain sibuk dengan hiburan, dia justru konsisten dengan gerakan lingkungan. Sekarang sudah berkembang besar,” tuturnya.

Ia juga menegaskan dukungannya terhadap kegiatan Run for River sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi perjuangan Sungai Watch dalam isu lingkungan.

“Masalah sampah masih menjadi tantangan besar. Saya mendukung penuh gerakan ini dan berharap semakin berkembang,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#run for rivers #sungai watch #lingkungan #pekalongan #sampah plastik