PEKALONGAN – Kota Pekalongan menjadi titik ke-21 yang disambangi tim Sungai Watch dalam rangkaian kampanye lingkungan Run for Rivers, Kamis (7/5/2026).
Kehadiran mereka langsung diisi aksi nyata membersihkan aliran sungai di kawasan Jalan Sulawesi, Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, dengan hasil ratusan kilogram sampah plastik berhasil diangkat dari sungai.
Memasuki hari ke-41 perjalanan lari dari Bali menuju Jakarta, tim Sungai Watch bersama ratusan pelari dan sejumlah pejabat daerah turun langsung menyisir sungai yang dipenuhi sampah.
Sebelum kegiatan dimulai, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Sekda Jateng, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, serta jajaran Forkopimda meninjau kondisi sungai.
Beberapa di antaranya bahkan ikut membantu proses penimbangan sampah bersama relawan.
Dalam waktu sekitar satu setengah jam, mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WIB, tim berhasil mengumpulkan 91 kampil sampah dengan total berat mencapai 750,85 kilogram.
Sungai Watch sendiri merupakan organisasi nonpemerintah yang berdiri di Bali pada 2020 oleh tiga bersaudara asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib.
Organisasi ini berfokus melindungi sungai dari pencemaran plastik melalui pemasangan alat penahan sampah di berbagai sungai di Indonesia.
Program Run for Rivers menjadi misi lari sepanjang sekitar 1.200 kilometer dari Bali hingga Jakarta guna meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan sampah plastik di sungai.
Salah satu pendiri Sungai Watch, Sam Bencheghib yang akrab disapa Samsudin, mengaku terkesan dengan dukungan besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan.
Ia menyebut, sepanjang perjalanan hingga kota ke-21 ini, baru di Pekalongan mereka mendapat pengawalan besar serta keterlibatan langsung pejabat daerah hingga gubernur dalam aksi bersih sungai.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi baru bagi gerakan pelestarian lingkungan yang mereka jalankan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi dukungan donasi ke depan.
Gubernur Ahmad Luthfi menilai kegiatan ini menjadi pemacu bagi Pemprov Jawa Tengah untuk semakin serius menangani persoalan sampah.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga diramaikan dengan lari sejauh lima kilometer dari Lapangan Mataram menuju Museum Batik Pekalongan sebagai bagian dari kampanye global penyelamatan sungai.