Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Run for River Pekalongan Jadi Ajang Kampanye Besar Peduli Lingkungan

Ali Mustofa • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:39 WIB
Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib ngobrol santai bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Kabupaten Pekalongan Sukirman, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Gerry, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ricky Haryadi. (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)
Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib ngobrol santai bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Kabupaten Pekalongan Sukirman, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Gerry, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ricky Haryadi. (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Semangat menjaga lingkungan menggema di Kota Pekalongan pada Kamis pagi (7/5/2026) melalui kegiatan Run for River yang diikuti ratusan peserta.

Aksi lari kampanye peduli sungai tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dari Lapangan Mataram dan berakhir di Museum Batik Pekalongan dengan rute sejauh kurang lebih lima kilometer.

Kegiatan ini diikuti langsung tiga pendiri komunitas lingkungan Sungai Watch asal Prancis, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib.

Mereka berlari bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Gerry, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ricky Haryadi, serta sejumlah pejabat dari Pemprov Jateng dan Pemkot Pekalongan.

Selain unsur pejabat daerah, lebih dari 100 pelari dari berbagai komunitas lari di Kota Pekalongan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menambah semarak aksi kampanye lingkungan itu.

Rute lari dimulai dari Jalan Mataram menuju Jalan Sumatera, dilanjutkan ke Jalan Irian Jaya hingga Jalan Sulawesi.

Saat melintas di kawasan Jalan Sulawesi, rombongan berhenti sejenak untuk melakukan aksi bersih sungai atau clean up.

Di titik tersebut, peserta mendapati aliran sungai dipenuhi tumpukan sampah plastik.

Tim Sungai Watch bersama para pelari kemudian turun langsung ke sungai untuk mengangkat sampah-sampah yang mencemari aliran air sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Setelah aksi bersih sungai selesai dilakukan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan melewati Jalan Hayam Wuruk, Jalan Sultan Agung, melintasi Bundaran Taman Jetayu, hingga akhirnya tiba di garis finis di Museum Batik Pekalongan.

Kedatangan para peserta disambut antusias masyarakat dan pengunjung museum.

Para pelari juga diajak menikmati koleksi batik khas Pekalongan sebelum acara ditutup dengan ramah tamah dan sarapan bersama.

Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, mulai rumah tangga, RT, RW, desa hingga kelurahan melalui program Desa Mandiri Sampah.

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menghadapi persoalan serius terkait peningkatan volume sampah.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, produksi sampah di wilayah itu mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun dengan kenaikan antara 8 hingga 11 persen setiap tahunnya.

Meski demikian, tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah disebut terus mengalami peningkatan dan kini mencapai sekitar 77,76 persen.

Angka tersebut bahkan menjadi salah satu capaian terbaik di tingkat nasional.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah, Pemprov Jateng juga mengembangkan berbagai program berbasis teknologi dan kerja sama lintas wilayah.

Salah satunya melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang dipersiapkan di kawasan Pekalongan Raya, Tegal Raya, dan Semarang Raya.

Selain itu, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) juga sudah diterapkan di sejumlah daerah seperti Cilacap, Banyumas, Magelang, serta 13 kabupaten lainnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng juga telah membentuk Satgas Sampah dan mulai mengembangkan sistem pengelolaan berbasis aglomerasi wilayah, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

“Target kami menuju zero sampah tahun 2028-2029. Kehadiran teman-teman Sungai Watch hari ini menjadi pemicu semangat bagi kami untuk semakin serius menangani persoalan sampah,” ujarnya.

Ia juga menilai gerakan peduli sampah kini mulai berkembang di berbagai daerah, termasuk di lingkungan perumahan hingga tingkat RT dan RW melalui edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Virus peduli sampah ini harus terus disebarkan. Terima kasih kepada Sungai Watch yang sudah memacu semangat kita semua untuk bergerak lebih cepat menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#run for river #lingkungan #pekalongan #aliran sungai #Energi listrik