PEKALONGAN – Suasana di kawasan perbatasan Kota Pekalongan tampak berbeda pada Rabu malam (6/5/2026).
Sekitar pukul 18.30 WIB, rombongan pendiri komunitas lingkungan Sungai Watch tiba di depan Terminal Kota Pekalongan usai berlari dari Alun-Alun Batang sambil membawa kampanye penyelamatan sungai dari ancaman sampah plastik.
Kedatangan tiga bersaudara asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, langsung disambut antusias sejumlah komunitas lari di Kota Pekalongan.
Mereka tengah menjalankan misi bertajuk Run for Rivers, sebuah gerakan yang memadukan olahraga dengan aksi kepedulian lingkungan.
Setelah beristirahat beberapa saat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan berlari menyusuri jalur Pantura menuju Lapangan Mataram sebagai titik akhir.
Mereka tiba di lokasi finis sekitar pukul 19.15 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye lingkungan yang diinisiasi Sungai Watch, komunitas yang berdiri di Bali pada tahun 2020 dan fokus pada upaya menjaga sungai dari pencemaran sampah plastik.
Komunitas ini dikenal aktif melakukan aksi bersih sungai sekaligus memasang penghalang sampah atau barrier di sejumlah aliran sungai untuk mencegah sampah terbawa hingga ke laut.
Perwakilan komunitas pelari Pekalongan, Theresia Mardiningsih dari Trail Runner Pekalongan, mengatakan peserta yang ikut menyambut rombongan berasal dari berbagai komunitas lari, seperti LRS, The Sidji, Trail Runner Pekalongan, hingga Indo Runner Pekalongan.
Menurutnya, gerakan yang dibawa Sungai Watch memiliki nilai positif karena menggabungkan aktivitas olahraga dengan kepedulian sosial dan lingkungan.
“Kami melihat ini bukan hanya sekadar lari biasa, tetapi juga bentuk kampanye kepedulian terhadap sungai dan persoalan sampah,” ujarnya.
Ia menilai Kota Pekalongan masih membutuhkan perhatian serius terkait penanganan sampah dan kondisi sungai yang ada di wilayah perkotaan.
Theresia berharap kegiatan seperti Run for Rivers mampu membangun kesadaran masyarakat maupun pemerintah agar lebih peduli menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
“Semoga gerakan seperti ini bisa membuat masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai di Pekalongan,” katanya.