SEMARANG — Kawasan Tembalang di Kota Semarang mengalami kemacetan hebat pada pagi ini, Minggu (3/5/2026), akibat dari Festival Balon Udara Semarang 2026 yang berlangsung di Lapangan Tembak Universitas Diponegoro (Undip).
Kepadatan lalu lintas memanjang hingga sekitar tiga kilometer, terutama di Jalan Prof. Soedarto, Jalan Baskoro Raya (Jalan Baru Undip), menuju Jangli, menyebabkan beberapa jalur utama di Tembalang terhenti hampir tidak bergerak selama beberapa jam.
Jumlah pengunjung yang meningkat untuk melihat pertunjukan balon udara perdana di Semarang ini membuat ribuan kendaraan memenuhi jalan akses menuju Lapangan Tembak Undip.
Baca Juga: Simbol 479 Tahun Kota Semarang, Wali Kota Bagikan 479 Coklat saat di Acara Mlaku Bareng
Antrean telah terlihat sejak pagi, dengan sepeda motor dan mobil melaju perlahan dari sekitar Muladi Dome, di bawah jembatan tol Tembalang, hingga perempatan ke arah Tirto Agung dan SPBU Politeknik Negeri Semarang (Polines).
Keadaan kemacetan semakin memburuk karena adanya parkir sembarangan di tepi jalan dan beberapa pengendara yang nekat berputar di tengah jalan, membuat arus lalu lintas semakin tidak teratur.
Banyak pengendara yang awalnya ingin menonton festival terpaksa memarkir kendaraannya di tepi jalan dan berjalan kaki sekitar 2–3 kilometer untuk tiba di lokasi Lapangan Tembak.
Baca Juga: Hujan Lebat, Parade Semarang Night Carnival 2026 Dibatalkan
Sebagian pengunjung terjebak dalam antrean hingga lebih dari dua jam tanpa adanya kemajuan yang berarti.
Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Semarang terjun untuk mengatur lalu lintas dengan menugaskan beberapa personel di lokasi-lokasi penting, seperti di depan Muladi Dome, di bawah jembatan tol Tembalang, serta jalur masuk Lapangan Tembak.
Kasatlantas dan petugas lainnya berusaha meredakan kemacetan dengan membuka jalur putar balik, mengelola aliran lalu lintas dari berbagai arah, serta mengurangi antrean panjang yang mencapai kawasan Jangli, Kedungmundu, sampai Patung Kuda.
Baca Juga: Pemkot Semarang Puji Kepedulian Lingkungan di Hari Buruh 2026
Meskipun kemacetan cukup parah dan menyulitkan sebagian warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, antusiasme masyarakat terhadap Festival Balon Udara Semarang 2026 masih sangat tinggi.
Acara ini menjadi daya tarik langka di Tembalang, sehingga banyak pengunjung rela menanggung panas dan kemacetan untuk melihat balon udara terbang di langit Undip.
Siang hari, petugas mulai dapat mengatasi kemacetan dan arus kendaraan di Tembalang secara perlahan menjadi lebih lancar, baik untuk kendaraan yang menuju lokasi maupun yang keluar dari kawasan Undip.
Baca Juga: Semarang Night Carnival 2026: Parade Kostum dan Lampu Spektakuler diikuti oleh 28 Negara
Namun, akses di depan pintu masuk Lapangan Tembak masih padat karena jumlah pengunjung terus meningkat hingga sore hari.
Kejadian kemacetan massal ini menjadi perhatian penting bagi penyelenggara dan pemerintah kota dalam pengelolaan acara besar di Tembalang di masa mendatang. (*)
Editor : Anita Fitriani