SEMARANG — Besok, pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, Kota Semarang akan mengadakan acara tahunan Semarang Night Carnival (SNC) 2026 sebagai puncak perayaan hari jadi kota yang ke-479.
Acara parade kostum dan lampu ini bertujuan untuk menjadikan suasana malam di kota sebagai sebuah panggung budaya internasional, dengan rute utama melintasi Jl. Pemuda dan Jl. Pandanaran, mulai dari area Balaikota hingga sekitar Simpang Lima.
Pemerintah kota memposisikan SNC 2026 sebagai kesempatan penting untuk memperlihatkan citra Semarang sebagai kota yang inklusif, kreatif, dan terbuka terhadap interaksi budaya global.
Menjelang acara malam ini, persiapan di lapangan terus dikejar oleh panitia dan instansi terkait.
Baca Juga: Lebih dari 200 Kios Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, Kerugian Rp2,5 Miliar
Area untuk penonton sepanjang rute sedang diatur agar keamanan dan kenyamanan warga yang akan memadati jalan protokol terjaga.
Pemerintah Kota Semarang juga telah mempersiapkan rencana pengalihan arus lalu lintas yang akan dimulai pada sore hari, dengan beberapa jalur di Jl. Pemuda dan Jl. Pandanaran yang akan ditutup sementara untuk kendaraan pribadi menjelang parade.
Tujuannya adalah untuk memastikan jalur parade bersih dan aman, serta memberikan ruang yang memadai bagi penonton dan peserta agar dapat berinteraksi dengan tertib.
Salah satu daya tarik utama Semarang Night Carnival 2026 yang akan digelar malam ini adalah partisipasi dari 28 negara dalam rangkaian parade.
Baca Juga: Kebakaran di Belakang Pasar Johar: Ratusan Kios di Pasar Kanjengan Hangus Total
Tim dari Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, Ghana, Sierra Leone, Libya, Afghanistan, Yaman, Botswana, Pakistan, India, Vietnam, Sri Lanka, Kamboja, dan beberapa negara lainnya telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Adanya 28 tim internasional ini menjadikan SNC 2026 salah satu acara lokal dengan nuansa global yang kental, sekaligus menempatkan Semarang dalam peta perayaan budaya internasional tahun 2026.
Menjelang malam nanti, kontingen nasional dan internasional juga sedang melakukan pemeriksaan akhir pada kostum, properti panggung, dan tata cara penampilan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menegaskan bahwa setiap peserta akan menampilkan karakter budaya dari negara mereka masing-masing melalui kostum besar, alunan musik, dan tarian yang khas, namun tetap dalam suasana yang melihatkan keindahan visual dan kekompakan.
Baca Juga: HUT ke-479 Semarang, Pemkot Hadirkan Naik BRT Gratis 5 Hari untuk Masyarakat
Selain itu, sebagian besar kostum dan dekorasi dibuat menggunakan bahan daur ulang, sehingga SNC 2026 juga menjadi ajang untuk kampanye keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Masyarakat Kota Semarang dan pengunjung yang berniat menyaksikan Semarang Night Carnival 2026 diharapkan mulai datang sejak sore hari, sambil mengikuti petunjuk mengenai area penonton dan larangan membawa barang berbahaya.
Pihak kepolisian serta Satpol PP akan menurunkan personel tambahan untuk mengatur kerumunan, menjaga keamanan jalur parade, dan memastikan acara berjalan lancar tanpa ada gangguan.
Baca Juga: Dialog Nasional di Semarang, Agustina Wilujeng Sebut Makan Bergizi Gratis Investasi Besar Masa Depan
Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, beberapa saluran resmi dan media sosial Pemerintah Kota Semarang juga akan menyiarkan rangkaian SNC 2026 secara langsung.
Dengan diadakan esok hari, 2 Mei 2026, Semarang Night Carnival menjadi simbol sekaligus puncak perayaan ulang tahun ke‑479 Kota Semarang yang diharapkan dapat menarik perhatian baik di tingkat nasional maupun internasional.
Acara ini tidak hanya menyediakan hiburan malam melalui parade kostum dan lampu, tetapi juga memberikan kesempatan untuk interaksi budaya antara masyarakat lokal dan 28 negara yang ikut serta dalam rangkaian karnaval.
Saat malam tiba, Kota Semarang akan berubah menjadi sebuah panggung megah di mana budaya, kreativitas, dan keberlanjutan menjadi tema utama dalam acara Semarang Night Carnival 2026 yang akan berlangsung besok. (*)
Editor : Anita Fitriani