SEMARANG — Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan di Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang pada Rabu, 29 April 2026, menghanguskan ratusan kios dan lapak pedagang dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.
Api pertama kali terlihat menyala sekitar pukul 22.00 WIB dari sebuah lapak buah yang terletak di sisi selatan pasar, sebelum dengan cepat menyebar ke bagian utara dan menjangkit banyak ruko.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang segera bertindak dengan mengerahkan 10 unit kendaraan dan 60 anggota, memadamkan api hingga dini hari Kamis, 30 April 2026.
Menurut Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, kebakaran tersebut menghabiskan sekitar 480 kios kecil yang berdekatan di area pasar tradisional.
Baca Juga: HUT ke-479 Semarang, Pemkot Hadirkan Naik BRT Gratis 5 Hari untuk Masyarakat
Seorang saksi bernama Anton, pedagang buah berusia 36 tahun, mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari tumpukan peti kayu kosong di kios, yang disertai suara letupan sebelum menjalar lebih luas.
Kepala Dinas Perdagangan (Disperdagin) Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengonfirmasi bahwa data sementara menunjukkan lebih dari 200 kios dan lapak serta 20-26 ruko yang terbakar, dengan perkiraan kerugian mencakup bangunan milik pedagang dan barang dagangan di dalamnya.
Upaya pemadaman sempat terganggu oleh kurangnya pasokan air dari hidran yang tidak berfungsi, sehingga petugas mengandalkan tangki PDAM dan dukungan BPBD Kota Semarang.
Baca Juga: Perjuangan Penjual Pentol di Semarang: Konsisten Menabung Hingga Bisa Naik Haji
Kepala Damkar Sih Rianung menjelaskan bahwa api berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.49 WIB, meskipun asap tebal masih membungkus area tersebut dan petugas tetap siaga untuk mencegah api muncul kembali.
Hingga pagi Kamis, pedagang yang terdampak kebakaran terlihat berkumpul di sisa-sisa puing, berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih ada sambil mengeluhkan hilangnya stok harian yang menjadi nafkah bagi keluarga mereka.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi, mengatakan bahwa tim Inafis dan Labfor Polda Jawa Tengah sudah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak pukul 23.00 WIB, guna mencari tahu penyebab kebakaran yang masih belum diketahui.
Penyelidikan melibat pemeriksaan saksi dan analisis titik api awal, dengan dugaan sementara bahwa bahan-bahan yang mudah terbakar seperti peti kayu atau sampah menjadi pemicu.
Baca Juga: Peninggian Jalan Kaligawe Semarang, Rekayasa Contraflow Berlangsung 10 Hari
Hingga saat ini belum ada indikasi terjadinya tindakan pidana, tetapi proses penyelidikan terus berlanjut untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di pasar tradisional Semarang.
Dampak ekonomi langsung dirasakan oleh ratusan pedagang Pasar Kanjengan, yang merupakan pusat aktivitas perdagangan harian bagi masyarakat Semarang Tengah.
Aniceto menambahkan bahwa proses pencatatan kerugian masih berlangsung, dengan angka Rp2,5 miliar sebagai perkiraan awal yang belum termasuk nilai barang dagangan.
Pemerintah Kota Semarang segera menyiapkan relokasi sementara agar para pedagang bisa berjualan kembali dalam waktu singkat.
Baca Juga: Semarang Tuan Rumah Kolaborasi ASEAN, Dorong Percepatan MBG
Para pedagang berharap akan segera menerima bantuan dari pemerintah daerah untuk pulih, mengingat pasar ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya peningkatan fasilitas pemadam kebakaran dan kesadaran akan keselamatan di pasar tradisional.
Pemulihan Pasar Kanjengan kini menjadi prioritas utama Pemkot Semarang di tengah kesedihan yang dirasakan oleh para pedagang. (*)
Editor : Anita Fitriani