Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kantor Travel Umroh di Semarang Digeruduk Calon Jemaah, Keberangkatan Umrah Batal dan Dicurigai Penipuan

Anita Fitriani • Senin, 27 April 2026 | 11:52 WIB
Ilustrasi jemaah umroh (Foto: istock)
Ilustrasi jemaah umroh (Foto: istock)

 

 

 

 

SEMARANG — Kantor agen perjalanan umrah Al Amanah di Java Supermall Semarang digeruduk oleh sejumlah calon jemaah yang mengaku tidak bisa berangkat ke Tanah Suci meskipun telah melunasi pembayaran. 

Insiden ini terjadi pada Minggu (26/4/2026), saat warga yang sebelumnya mendaftar umrah melalui agen tersebut, datang ke kantor untuk menuntut kejelasan mengenai pengembalian uang dan keterbukaan proses keberangkatan. 

Kantor yang bertuliskan “Al Amanah Penyelenggara Resmi Umroh dan Haji Khusus” itu terlihat ramai dengan orang-orang, beberapa di antaranya membawa dokumen pendaftaran dan bukti pembayaran.

Baca Juga: Menuju Operasional 2026: Proyek Tol Jogja-Bawen Terus Dikebut

Salah satu korban, Endang (54), mengaku telah mendaftar bersama adiknya sejak Januari 2025 dengan total setoran sekitar Rp 46 juta.

Namun, hingga pertengahan 2026, keberangkatan terus-menerus ditunda dengan berbagai alasan yang dinilai tidak jelas. “Saya dan adik saya menyetor Rp 46 juta, tapi baru mendapatkan pengembalian Rp 25 juta. Janji keberangkatan setiap kali diundur ke bulan berikutnya, dan akhirnya tidak jelas,” ungkap Endang di lokasi, dikutip dari Detik Jateng. 

Banyak calon jemaah lainnya juga merasakan hal yang sama, mendaftar jauh sebelumnya, melakukan pembayaran lunas atau mencicil, lalu jadwal keberangkatan sering berubah tanpa pemberitahuan resmi yang memadai.

Baca Juga: Semarang Kota Toleran: Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Ajang Persatuan Lintas Agama

Beberapa di antara mereka baru menyadari ada masalah setelah melihat kantor yang sempat ditutup untuk sementara atau tidak aktif pada waktu-waktu tertentu.

Seorang pria yang diduga sebagai pemilik agen umrah hanya bisa terdiam sebelum dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk diambil keterangan.

Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan data dan laporan resmi dari para korban guna menyelidiki apakah benar terjadi tindakan penipuan, pelanggaran kontrak, atau hanya masalah manajemen keuangan dalam penyelenggaraan umrah.

Baca Juga: Pelaku yang Membuat Laporan Kebakaran Palsu Minta Maaf ke Damkar Semarang, Akankah Proses Hukum Tetap Berlanjut?

Kasus yang terjadi di Semarang ini kembali menegaskan kekhawatiran masyarakat terhadap praktik travel umrah yang tidak profesional, terutama dalam situasi banyaknya penawaran paket murah dengan janji keberangkatan cepat tanpa dasar yang jelas.

Di tahun 2026, sejumlah travel umrah di Semarang memang menawarkan paket dengan harga bersaing, namun masyarakat mulai meminta lebih banyak transparansi terkait izin, kuota, dan jaminan finansial agar insiden serupa tidak terulang, seperti kerugian puluhan juta rupiah bagi mereka yang hanya ingin melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Tindakan seperti pemeriksaan izin PIHK (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), pelaporan keuangan, hingga mekanisme pengembalian uang ketika jadwal dibatalkan menjadi isu penting yang diangkat oleh masyarakat.

Baca Juga: Bus Trans Semarang Terus Diperkuat dengan Diganti 10 Bus Baru

Bagi calon jemaah, peristiwa di kantor travel umrah di Java Supermall ini menjadi pelajaran bahwa pemilihan biro perjalanan tidak hanya soal harga murah, tetapi juga mencakup kredibilitas, reputasi, dan kejelasan kesepakatan tertulis.

Masyarakat semakin dianjurkan untuk meminta surat perjanjian, rincian paket, dan memastikan bahwa travel tersebut terdaftar secara resmi di Kemenag, bukan hanya bergantung pada janji lisan atau promosi daring yang menarik perhatian.

Di tengah semangat umat Islam yang ingin melaksanakan umrah pada tahun 2026, industri biro perjalanan dituntut untuk lebih profesional dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Semarang Kokoh di Posisi 3: Jadi Kota Paling Toleran Versi Setara 2025

Pada saat yang sama, pihak berwajib diminta tidak hanya fokus pada penanganan kasus setelah terjadinya korban, namun juga melakukan pencegahan terhadap penipuan dengan melakukan pengawasan rutin terhadap agen-agen travel yang beroperasi di lokasi-lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan.

Bagi penduduk Semarang yang merasa dirugikan, beberapa korban melaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian dan berharap proses hukum bisa berjalan dengan jelas sehingga dana yang telah mereka bayarkan bisa segera dikembalikan.

Biro perjalanan umrah Al Amanah yang terletak di Java Supermall menjadi perhatian masyarakat, mengingat kepercayaan yang telah dibangun sebelumnya, namun kini rusak akibat protes dari jemaah yang hanya ingin menuntut keberangkatan dan hak mereka untuk kembali ke Tanah Suci sesuai dengan janji yang telah diberikan. (*) 

Editor : Anita Fitriani
#kantor travel umroh #biro umroh-haji #penipuan umroh di semarang #berita jateng #semarang