RADAR KUDUS — Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang memiliki panjang 75,12 km terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Hingga Januari 2026, progres konstruksi untuk Seksi 1 sudah mencapai 89,13% dan Seksi 6 90,16%, yang menjanjikan kecepatan koneksi antara Yogyakarta, Magelang, dan Semarang.
Dijalankan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen, proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan antara Semarang dan Yogyakarta menjadi hanya satu jam, serta membantu pengembangan ekonomi dan pariwisata di area Joglosemar.
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen terdiri dari enam seksi utama, yaitu Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,8 km, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur 15,2 km, Seksi 3 Borobudur-Magelang 8,1 km, Seksi 4 Magelang-Temanggung 16,6 km, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa 21,2 km, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen 5,12 km, yang semuanya dilengkapi dengan enam gerbang tol.
Seksi 1 di Sleman dan Seksi 6 di Semarang merupakan yang paling maju, di mana pembebasan lahan untuk Seksi 1 mencapai 96,45% dan Seksi 6 97,10%.
Proses pengadaan tanah di beberapa lokasi masih berlangsung, tetapi pemerintah bersama dengan badan usaha berusaha menyelesaikan secara bertahap tahun ini.
Baca Juga: Bus Trans Semarang Terus Diperkuat dengan Diganti 10 Bus Baru
Proyek ini tidak hanya bertujuan pada kecepatan 80 km/jam, tetapi juga memberikan jalur dengan pemandangan indah di kaki gunung Jawa Tengah.
Hingga akhir 2025, progres keseluruhan di seksi terakhir diperkirakan sekitar 83-84%, dengan pekerjaan seperti pembersihan lahan, pengurukan tanah, dan bored pile yang sedang dilakukan di beberapa titik.
Update terbaru pada April 2026 menunjukan bahwa Seksi 2 sedang aktif, dengan pembukaan lahan, pemerataan badan jalan, dan persiapan untuk struktur pendukung menggunakan alat berat.
Baca Juga: Semarang Kokoh di Posisi 3: Jadi Kota Paling Toleran Versi Setara 2025
Dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum semakin mempercepat pembangunan infrastruktur ini untuk mengurangi kemacetan di jalur utama, mendukung sektor industri Ungaran-Bawen, serta pariwisata di Borobudur dan sekitarnya.
Dengan target untuk beroperasi penuh pada akhir 2026, Tol Jogja-Bawen diperkirakan akan menjadi pilihan utama bagi wisatawan dan pelaku usaha.
Keberadaan tol ini akan menghubungkan Jawa Tengah dan DIY dengan lebih baik, membuka peluang baru untuk pertumbuhan wilayah dan mobilitas masyarakat.
Pemerintah terus melakukan pemantauan agar proyek ini selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ribuan pengguna jalan di koridor Semarang-Yogyakarta. (*)
Editor : Anita Fitriani