SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026, dengan salah satu fokus utama menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada momen pembukaan acara.
Rencana pemecahan rekor itu dirancang sebagai bagian dari upaya menjadikan MTQ Nasional 2026 tidak hanya ajang kompetisi baca Al‑Qur’an, tetapi juga momentum kebanggaan lokal yang mengangkat citra Semarang di tingkat nasional.
Pemkot Semarang menyiapkan konsep acara pembukaan yang melibatkan puluhan ribu peserta, masyarakat, dan pelajar dalam formasi khusus yang sesuai standar kategori MURI.
Selain memenuhi persyaratan teknis rekor, pemerintah kota juga menekankan tata kelola administrasi, dokumentasi foto‑video, dan kehadiran notaris serta tim MURI di lokasi untuk memastikan proses pemecahan rekor berjalan valid dan tercatat resmi.
Demi mendukung target rekor tersebut, Pemkot Semarang melakukan penataan kawasan utama seperti Simpang Lima sebagai pusat pembukaan MTQ Nasional XXXI.
Penataan mencakup penertiban jalur lalu lintas, penataan pedestrian, pemasangan fasilitas pendukung, hingga peningkatan kenyamanan dan keselamatan bagi peserta dan penonton yang diperkirakan memadati lokasi.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membawa keberhasilan pencatatan rekor, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan warga Semarang terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 sebagai event keagamaan bergengsi yang dipusatkan di kota mereka. (*)
Editor : Anita Fitriani