SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Surakarta sebagai bentuk respons darurat terhadap bencana yang melanda.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau lokasi banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Rabu (5/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran pemerintah daerah setempat.
Rombongan bahkan berjalan kaki menyusuri pematang untuk mencapai permukiman warga yang terdampak genangan.
Kehadiran gubernur disambut warga yang masih bertahan di rumah mereka meski terendam air.
Ahmad Luthfi menyemangati masyarakat agar tetap kuat sembari berharap genangan segera surut.
Ia menjelaskan, penanganan jangka panjang akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terkait pengelolaan wilayah aliran Bengawan Solo.
Untuk langkah darurat, pemerintah daerah mengusulkan pemasangan parabag sepanjang sekitar 200 meter guna menahan luapan air.
Selain itu, sejumlah dinas di lingkungan Pemprov Jateng telah diterjunkan, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, hingga Dinas PUPR untuk mendata kebutuhan dan membantu penanganan di lapangan.
Pada waktu yang sama, bantuan logistik juga dikirimkan ke Surakarta.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan bahwa bantuan berupa kebutuhan dasar disalurkan agar warga terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat.
Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji 100 paket, lauk pauk siap saji 100 paket, tenda keluarga 3 unit, kasur 30 lembar, tenda gulung 30 lembar, selimut 50 lembar, family kit 40 paket, serta kids ware 24 paket. Total nilai bantuan mencapai Rp81.836.520.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bantuan akan terus ditambah sesuai kebutuhan, sembari memantau perkembangan kondisi di lapangan melalui koordinasi lintas instansi.
Diketahui, banjir terjadi di tiga kecamatan di Surakarta, yakni Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan akibat meluapnya Kali Jenes.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga hingga proses pemulihan berjalan optimal. (*)