SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 1 juta liter untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang hingga September 2026.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana kekeringan dan untuk memastikan warga, terutama di wilayah rawan krisis air, tetap mendapatkan pasokan air layak konsumsi.
Pemkot Semarang mengambil langkah antisipatif setelah menerima notifikasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa awal musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai pada Mei, meski hingga April masih berpotensi turun hujan dan angin kencang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut perubahan cuaca ekstrem pada 2026 lebih “fenomenal” dibanding 2025, sehingga koordinasi lintas instansi seperti BPBD dan PDAM diperkuat.
Cadangan 1 juta liter air bersih tersebut disiapkan oleh BPBD Kota Semarang dengan dukungan PDAM sebagai operator distribusi.
Sesuai mekanisme yang diterangkan BPBD, apabila ada laporan kekeringan atau kekurangan air dari masyarakat, BPBD akan segera meng‑order ke PDAM untuk pengiriman air ke lokasi terdampak, dengan prinsip “one day service” agar distribusi berlangsung cepat.
Kebijakan bantuan air ini juga didukung anggaran cadangan dari Dana Tak Terduga (Dana BTT) BPBD, yang diinformasikan mencapai sekitar Rp114 juta khusus untuk pemenuhan air bersih warga terdampak kekeringan.
Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak El Nino seminimal mungkin, terutama di wilayah‑wilayah rawan yang selama ini kerap mengalami kesulitan akses air bersih.
Selain menyiapkan logistik air, Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, seperti suhu panas tinggi, potensi kebakaran, dan angin kencang.
Warga juga diminta aktif menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, dan segera melaporkan jika ada wilayah yang mulai mengalami krisis air agar bantuan dapat segera diarahkan.
Kesiapan logistik, alokasi anggaran, dan partisipasi masyarakat, Pemkot Semarang berharap dampak kekeringan akibat El Nino tahun ini tidak meluas dan pelayanan dasar air bersih bagi warga tetap terjaga hingga puncak musim kemarau pada September 2026. (*)
Editor : Anita Fitriani