SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani kawasan rawan kecelakaan di turunan Silayur, Jalan Prof. Dr. Hamka, Ngaliyan.
Menyusul sejumlah insiden truk kontainer dan tronton yang hilang kendali atau rem blong, Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan pemasangan portal pengaman di dua titik strategis dalam dua pekan ke depan.
Jalur Silayur selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi kawasan rawan kecelakaan bagi pengguna jalan karena kepadatan lalu lintas dan karakternya sebagai jalan tanjakan–turunan yang dipakai truk besar.
Rangkaian kecelakaan truk kontainer dan tronton yang menabrak kendaraan di depan hingga terguling sempat memacetkan arus lalu lintas dan menewaskan beberapa orang, salah satunya peristiwa tabrakan beruntun pada Januari 2026 yang diduga akibat rem tak berfungsi.
Baca Juga: Naik BRT Gratis untuk Warga Jadi Kado di HUT Kota Semarang ke-479
Analisis Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang menyebut sejumlah faktor, muatan berat, kondisi jalan, perilaku pengemudi, serta makin derasnya truk tronton yang “menyusup” di luar jam operasional yang diatur.
Kawasan ini pun bukan lagi sekadar jalan kota biasa, tetapi jalur strategis yang menghubungkan kawasan perumahan, industri, dan pergudangan sehingga risiko kecelakaan menjadi sangat tinggi.
Untuk menekan potensi kecelakaan, Pemkot Semarang lakukan skema pembatasan kendaraan berat dengan memasang portal setinggi 3,4 meter di dua titik utama, dari arah Pasar Jrakah dan dari arah atas kawasan Kantor Sabhara Polda Jawa Tengah.
Baca Juga: Hari Jadi Kota Semarang ke‑479, Wisatawan Bisa Masuk Semarang Zoo dengan Tarif Terjangkau
Dengan ketinggian tersebut, truk kereta gandengan, trailer, dan kendaraan di atas 8 ton tidak akan bisa lewat, sementara bus Trans Semarang masih dapat melintas.
Rencananya portal ini nantinya berfungsi secara fleksibel, bisa dibuka–tutup, terutama untuk mengakomodasi kebutuhan darurat seperti truk pemadam kebakaran atau kendaraan logistik khusus seperti tabung oksigen rumah sakit.
Selain portal, empat titik u‑turn yang berada di kawasan rawan juga akan ditutup permanen untuk mengurangi manuver berbahaya dan mengendalikan arus truk besar.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyatakan Dinas Pekerjaan Umum sudah memasuki masa konstruksi di lapangan, termasuk pembongkaran dan penataan ulang area sekitar titik portal.
Baca Juga: Durasi Proyek Perbaikan Jalan Gombel Lama Semarang Dipangkas dari 7 Jadi 3–4 Bulan
Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di kawasan Silayur sekaligus memberi rasa aman bagi pengendara motor, mobil pribadi, maupun pejalan kaki yang sehari–hari melintas di jalur strategis ini.
Adanya portal, penutupan u‑turn, dan pengawasan canggih, Pemkot Semarang menegaskan komitmen untuk menjadikan Silayur sebagai jalur yang lebih aman meskipun tetap dibutuhkan kedisiplinan dari para pengemudi truk berdimensi besar. (*)
Editor : Anita Fitriani