Jateng Perkuat Diplomasi Budaya Bersama Kemenlu, Bidik Investor Global

Admin • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 19:17 WIB
TERUS TARIK INVESTOR: Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mempromosikan potensi daerah secara langsung kepada investor dan mitra internasional merupakan strategi yang tepat.
TERUS TARIK INVESTOR: Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mempromosikan potensi daerah secara langsung kepada investor dan mitra internasional merupakan strategi yang tepat.

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memperkuat promosi potensi daerah di kancah internasional, terutama melalui pendekatan diplomasi budaya atau soft power.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, menilai langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang aktif menawarkan potensi daerah kepada investor serta mitra global merupakan strategi yang tepat dan patut diapresiasi.

Menurut Heru, pihak Kemenlu akan mempercepat upaya tersebut karena Jawa Tengah memiliki beragam keunggulan, mulai dari produk unggulan, kekayaan budaya, hingga sektor pariwisata yang potensial.

Ia juga menjelaskan bahwa Jawa Tengah telah memiliki dasar kerja sama internasional melalui program sister province dan sister city dengan sejumlah wilayah di luar negeri. Hal ini menjadi modal penting untuk memperluas jejaring serta promosi global.

Ke depan, sinergi antara Kemenlu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan semakin diperkuat, khususnya dalam bidang promosi investasi, peningkatan kapasitas, serta pengembangan jaringan internasional.

Heru menekankan bahwa kekayaan budaya Jawa Tengah merupakan aset penting dalam diplomasi soft power Indonesia. Melalui pendekatan ini, Indonesia dapat dikenal dunia sebagai negara dengan nilai budaya yang tinggi, harmonis, dan beradab.

Di sisi lain, Ahmad Luthfi menyambut positif dukungan Kemenlu tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan investasi asing di Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, investasi asing menyumbang sekitar 58 persen dari total realisasi investasi di Jawa Tengah, sehingga potensi peningkatannya masih sangat besar.

Luthfi juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan Kemenlu, termasuk memanfaatkan jaringan perwakilan RI di luar negeri serta diaspora Indonesia guna memperluas pasar produk daerah.

Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal, khususnya UMKM, agar mampu menembus pasar internasional dengan lebih kuat.

Editor : Admin
Diplomasi Soft Power UMKM Go Global kementerian luar negeri jawa tengah investasi asing