SEMARANG – Tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan tangki emergency fire di sebuah kapal yang sedang berada di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Para korban diduga keracunan gas berbahaya saat berada di dalam tangki.
Peristiwa tersebut terjadi di kapal MV INA Diamond GT 8619 pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.20 WIB.
Saat kejadian, kapal yang mengangkut muatan besi koil atau gulungan plat itu diawaki oleh 18 orang, termasuk nahkoda kapal.
Tiga korban yang meninggal dunia diketahui bernama Laurensius Bao Resing (25), warga Desa Tamak, Kecamatan Karimun, Kepulauan Riau.
Kemudian, Pratik Umar Alim Ismanto (35), warga Lawangrejo, Pemalang. Serta Andy Noval Adrian (23), warga Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Morowali, Sulawesi Tenggara, menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Senin (2/3/2026) dengan membawa muatan besi koil.
Kapal yang dipimpin oleh nahkoda Krisbian Anwar itu tiba di perairan Pelabuhan Tanjung Emas pada Sabtu (7/3/2026) dan kemudian melakukan lego jangkar di luar area pelabuhan.
Insiden bermula ketika pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, kapten kapal memerintahkan Laurensius Bao Resing untuk masuk ke dalam tangki guna melakukan penyedotan air menggunakan mesin alkon di bagian emergency fire pump.
Baca Juga: Kapal Kargo Thailand Diserang dari Udara di Selat Hormuz, 20 Awak Berhasil Diselamatkan
Namun sekitar 20 menit kemudian, korban tiba-tiba berteriak meminta pertolongan sambil berusaha keluar dari dalam tangki.
Mendengar teriakan tersebut, rekannya Pratik Umar Alim Ismanto turun untuk memberikan bantuan. Nahas, ia juga ikut pingsan setelah berada di dalam tangki.
Melihat kondisi tersebut, Andy Noval Adrian yang berada di atas kapal panik dan bergegas turun untuk menolong kedua rekannya.
Akan tetapi, ia juga ikut terjatuh dan tak sadarkan diri di dalam tangki.
Peristiwa itu membuat panik para ABK lainnya yang berada di kapal.
Salah satu saksi, Arzi Chandra Alim (26), kemudian berinisiatif melakukan evakuasi dengan masuk ke dalam tangki menggunakan alat pelindung diri.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp65.750 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru
Ia dibantu oleh Shofiyulloh (25) dan Yosafat Indra (32).
Ketiga korban kemudian berhasil diangkat ke atas kapal secara bergantian.
Berdasarkan keterangan saksi, saat berhasil dievakuasi, Andy Noval Adrian masih dalam kondisi hidup, sementara dua korban lainnya sudah tidak bernyawa.
Sekitar pukul 19.00 WIB, kapten kapal menghubungi pihak agen kapal untuk meminta bantuan evakuasi ke daratan dengan menggunakan kapal klotok.
Selama menunggu bantuan datang, para ABK memberikan bantuan oksigen kepada Andy Noval Adrian yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kapal klotok akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 22.20 WIB. Ketiga korban kemudian dibawa menuju dermaga pilot dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB.
Selanjutnya mereka dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia menggunakan satu unit ambulans dan dua mobil lainnya.
Namun setibanya di rumah sakit, Andy Noval Adrian yang sebelumnya masih hidup akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal dari tim medis menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.