SEMARANG - Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta akan memulai perbaikan turunan Jalan Gombel Lama di Kota Semarang pada April 2026 atau setelah lebaran berakhir, dengan anggaran mencapai Rp181 miliar.
Proyek ini menjadi kabar gembira bagi warga Semarang yang kerap mengeluhkan kondisi jalan rusak akibat patahan tanah, yang menyebabkan lubang-lubang berbahaya dan mengganggu lalu lintas harian.
Pengerjaan diprediksi memakan waktu hingga tujuh bulan dan bagian dari preservasi Jalan Semarang–Sruwen sepanjang 57,76 kilometer yang ditargetkan rampung akhir 2027.
Turunan Jalan Gombel Lama telah lama menjadi masalah krusial bagi pengendara di Semarang karena lokasinya berada di zona patahan tanah aktif, sehingga struktur jalan sering mengalami longsor dan kerusakan parah, terutama saat musim hujan.
Sebelumnya, pada 2024, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang pernah melakukan pelapisan ulang sementara setebal empat sentimeter, namun hal itu tidak cukup mengatasi masalah struktural mendasar.
Bahkan, pada 2023, relawan sempat menambal lubang di delapan titik turunan tersebut setelah menyebabkan puluhan korban luka akibat jatuhnya pemotor.
Kepala BBPJN Moch Iqbal Tamher menyampaikan bahwa perbaikan kali ini bersifat total, meliputi pembongkaran seluruh struktur jalan, pembuatan fondasi bore pile yang panjang, serta rekayasa struktural untuk menangani patahan tanah.
Penjadwalan dimulainya pekerjaan pasca lebaran merupakan hasil kesepakatan dengan Korlantas dan Dinas Perhubungan Kota Semarang guna menghindari kemacetan parah selama arus mudik dan balik, sesuai instruksi Kementerian Perhubungan yang melarang pengerjaan jalan pada H-10 hingga H+10 Lebaran.
Selama proses berlangsung, lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Gombel Baru yang selama ini berupa tanjakan, dengan sistem contra flow untuk mengelola arus kendaraan dari Semarang menuju Bawen dan sekitarnya.
Jalan Gombel sendiri merupakan rute arteri utama penghubung Semarang ke Solo, Magelang, Temanggung, dan Yogyakarta.
Proyek senilai Rp181 miliar ini tidak hanya akan memperbaiki keselamatan berkendara tapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar dengan mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.
Baca Juga: Program Balik Rantau Gratis Jateng 2026 Dibuka, Catat Tanggal dan Cara Daftarnya
Moch Iqbal Tamher optimistis bahwa dengan pendekatan struktural mendalam, turunan Gombel Lama akan lebih tahan lama terhadap faktor geologis seperti patahan Sesar Gombel yang aktif.
Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan bersabar dengan pengalihan lalu lintas sementara demi manfaat jangka panjang, sementara Pemkot Semarang terus memantau agar proyek berjalan lancar.
Dengan demikian, perbaikan ini diantisipasi menjadi tonggak perbaikan infrastruktur vital di Jawa Tengah. (*)
Editor : Mahendra Aditya