Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Perlu Motor! Pemprov Jateng Siapkan 342 Bus dan 17 Kereta untuk Mudik Gratis 2026

Ali Mustofa • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:19 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3/2026).

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali menghadirkan program mudik dan balik rantau gratis bagi para perantau asal Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta dan Bandung menjelang Lebaran 2026.

Program ini disiapkan untuk memudahkan warga pulang ke kampung halaman sekaligus mengurangi risiko kemacetan serta kecelakaan lalu lintas akibat perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Jateng menyiapkan 342 unit bus dan 17 rangkaian kereta api yang akan mengangkut puluhan ribu pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Pemprov Jateng dan Undip Gelar Nobar Film Dokumenter untuk Cegah Radikalisme di Kalangan Pelajar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat Jawa Tengah yang merantau di berbagai kota besar.

“Program mudik gratis sudah kita siapkan dengan 342 bus dan 17 rangkaian kereta api. Pendaftarannya dilakukan secara daring melalui aplikasi,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (9/3/2026).

Mudik gratis menggunakan bus dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026. Total terdapat 342 armada bus dengan kapasitas lebih dari 17 ribu kursi yang akan diberangkatkan menuju berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

Rinciannya, sebanyak 319 bus dengan kapasitas 15.960 kursi akan berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Sementara itu, 23 bus dengan total 1.150 kursi disiapkan untuk pemudik yang berangkat dari Bandung.

Selain bus, Pemprov Jateng juga menyediakan layanan mudik gratis menggunakan kereta api yang dijadwalkan pada 17 Maret 2026. Sebanyak 17 rangkaian kereta dengan total 1.288 kursi disiapkan untuk program ini.

Kereta akan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju dua kota tujuan di Jawa Tengah.

Baca Juga: Pemprov Jateng Ganjar Atlet Berprestasi, Ahmad Luthfi Serahkan Tali Asih Rp4,9 Miliar

Tujuan pertama adalah Stasiun Solo Balapan menggunakan KA Jaka Tingkir, yang terdiri dari delapan rangkaian kereta dengan kapasitas 576 kursi, ditambah satu rangkaian tambahan berkapasitas 72 kursi.

Sementara tujuan kedua adalah Stasiun Poncol Semarang menggunakan KA Tawang Jaya sebanyak delapan rangkaian dengan kapasitas 640 kursi.

Gubernur Ahmad Luthfi juga meminta para bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk turut menyambut kedatangan para pemudik saat tiba di daerah masing-masing.

Menurutnya, para perantau tersebut merupakan bagian dari masyarakat Jawa Tengah yang membawa nama daerahnya saat bekerja di luar kota.

“Saya minta para bupati dan wali kota ikut menjemput dan menyapa para pemudik yang datang. Mereka ini duta kita di perantauan, dan sebagian besar bekerja di sektor informal,” katanya.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Bapokting, Pemprov Jateng Luncurkan GPM hingga Operasi Pasar

Tidak hanya mudik, Pemprov Jateng juga menyediakan program balik rantau gratis bagi warga setelah perayaan Lebaran usai.

Untuk transportasi kereta api, pemberangkatan balik rantau dijadwalkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang dengan empat rangkaian kereta berkapasitas 320 kursi.

Sementara itu, program balik rantau menggunakan bus akan dilaksanakan pada 28 Maret 2026.

Pemberangkatan dilakukan dari tiga titik utama, yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas.

Selain tiga lokasi tersebut, sejumlah daerah juga mengadakan pemberangkatan mandiri, di antaranya Kabupaten Magelang, Blora, dan Kendal.

Secara keseluruhan, tersedia 71 armada bus dengan kapasitas 3.550 kursi untuk mengangkut warga yang kembali bekerja ke kota perantauan.

“Program ini adalah bentuk pelayanan terbaik dari pemerintah kepada masyarakat. Ini bagian dari pengabdian kita kepada warga,” ujar Luthfi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko menjelaskan bahwa program mudik dan balik gratis ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik.

Baca Juga: Tekan Genangan dan Kerusakan Jalan, Pemprov Jateng Perluas Program Sumur Resapan

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memilih menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, padahal moda transportasi tersebut memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi.

“Dengan adanya program ini, kami berharap jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor bisa berkurang sehingga potensi kecelakaan dan kemacetan di jalan juga dapat ditekan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng juga tengah mengupayakan integrasi sistem pendaftaran dengan program mudik gratis dari kementerian maupun pihak swasta.

Tujuannya agar tidak terjadi pendaftaran ganda yang berpotensi membuat kursi yang telah disediakan justru tidak terisi.

“Kita ingin satu sistem pendaftaran yang terintegrasi agar tidak ada pendaftar ganda. Program dari pihak swasta juga diharapkan bisa dikonsolidasikan dengan baik,” ujarnya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#program Mudik #pemprov jateng #Ahmad Luthfi #perantau #kemacetan #kampung halaman