SRAGEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengakselerasi penguatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan proyek peningkatan dan preservasi ruas jalan Kuwu–Galeh hingga Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen pada Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Bapokting, Pemprov Jateng Luncurkan GPM hingga Operasi Pasar
Pembangunan ruas jalan tersebut ditujukan untuk mempermudah aktivitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian menuju akses jalan tol maupun pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Prosesi peresmian dipusatkan di ruas Galeh–Ngrampal dan turut dihadiri Bupati Sragen Sigit Pamungkas, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat dari perangkat daerah Pemprov Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi karena memberikan dampak langsung terhadap pergerakan orang maupun distribusi barang.
“Pembangunan jalan ini tidak hanya soal memperbaiki fisiknya, tetapi juga memastikan mobilitas masyarakat lebih lancar, distribusi logistik lebih aman, serta mampu menggerakkan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer dengan tingkat kemantapan hampir menyentuh angka 91 persen.
Menurutnya, kualitas infrastruktur yang baik akan membuka peluang munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah yang berbasis pertanian.
Secara teknis, proyek yang diresmikan mencakup peningkatan ruas Kuwu–Galeh hingga batas Sragen dengan nilai kontrak sebesar Rp8,509 miliar sepanjang 0,557 kilometer.
Baca Juga: Tekan Genangan dan Kerusakan Jalan, Pemprov Jateng Perluas Program Sumur Resapan
Pekerjaan meliputi pembangunan perkerasan beton, pelebaran jalan dengan lapisan aspal ganda, pembuatan saluran drainase, serta pemasangan marka jalan.
Selain itu, Pemprov juga melakukan pekerjaan preservasi pada ruas Galeh–Ngrampal sepanjang 1,613 kilometer dengan nilai kontrak Rp11,991 miliar.
Pekerjaan tersebut mencakup perkerasan beton, pelebaran jalan, pelapisan ulang aspal (overlay), serta pembangunan sejumlah bangunan pelengkap jalan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya.
“Perbaikan jalan ini merupakan harapan lama masyarakat yang akhirnya bisa terwujud. Tahun ini kami juga menyiapkan anggaran lebih dari Rp80 miliar untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Sragen,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam, Pemprov Jateng Kawal Klaim Asuransi Gagal Panen
Perbaikan jalan tersebut juga disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kepala desa setempat, Joko Mulyono, mengungkapkan bahwa sebelumnya kondisi jalan sangat rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
“Terima kasih atas pembangunan ruas Kuwu–Galeh sampai Ngrampal ini. Rasanya seperti mimpi. Dulu bahkan orang bersepeda pun kesulitan lewat sini. Sekarang jalannya halus seperti jalan nasional, sangat membantu aktivitas warga,” tuturnya.
Ruas Kuwu–Galeh–Ngrampal memiliki posisi strategis karena menjadi jalur alternatif penghubung wilayah Gesi dan Tanon di Kabupaten Sragen dengan Kradenan di Kabupaten Grobogan.
Kawasan tersebut dikenal sebagai daerah sentra pertanian dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan tebu.
Selain itu, jalur Galeh–Ngrampal juga menjadi akses menuju Exit Tol Sragen Timur di kawasan Pungkruk.
Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik, distribusi hasil pertanian diharapkan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat regional hingga nasional. (*)