Kepala Seksi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, menyampaikan korban ditemukan sekitar delapan kilometer dari lokasi awal kejadian.
Saat ditemukan, kondisi korban telah meninggal dunia setelah lima hari berada di air.
Baca Juga: Banjir Rendam Pantura Kaligawe, Arus Demak–Semarang Tersendat Parah
Menurut Moel, Nadia merupakan korban terakhir yang sebelumnya masih dalam proses pencarian.
Sejak awal operasi, tim SAR melakukan penyisiran berulang dari titik kejadian di Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 3 Karangmalang hingga ke kawasan Waduk Jatibarang yang menjadi muara aliran sungai.
Lokasi penemuan korban disebut tidak jauh dari tempat ditemukannya korban pertama, Fahma. Saat proses pencarian berlangsung, arus sungai dilaporkan masih deras.
Proses evakuasi berjalan tanpa hambatan berarti.
Setelah menerima laporan penemuan, seluruh tim langsung menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 14.39 WIB sebelum dibawa ke posko SAR gabungan.
Medan Sulit Hambat Pencarian
Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Kondisi aliran sungai yang memiliki tebing curam serta dipenuhi pepohonan lebat menyulitkan akses personel maupun pemantauan dari udara menggunakan drone.
Selain itu, kontur sungai yang berbatu dan curam turut menjadi tantangan bagi tim saat melakukan penyisiran dari jalur bawah.
Tim SAR juga memfokuskan pencarian di area pertemuan antara aliran sungai dan waduk yang dipenuhi tumpukan sampah.
Penyisiran di kawasan tersebut dilakukan menggunakan dua hingga tiga perahu karet, termasuk membuka timbunan sampah yang menumpuk di ujung aliran.
Petugas pengelola waduk turut diminta membantu pemantauan di area saluran pembuangan untuk memastikan kemungkinan pergerakan korban.
Dukungan Keluarga dan Penutupan Operasi
Moel menuturkan keluarga korban berharap pencarian terus dilakukan hingga Nadia ditemukan.
Pemerintah setempat, termasuk perangkat kelurahan dari wilayah asal korban dan lokasi kejadian, juga turut memantau serta mendukung proses pencarian.
Setelah korban berhasil ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya seluruh korban serta kendaraan yang terlibat, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula saat dua sepeda motor milik para korban terjatuh ke sungai ketika melintas di jembatan Desa Krajan, Karangmalang, Mijen, pada Selasa (10/2/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Salah satu korban, Fahma Musnun Nida, pelajar SMA 12 Semarang asal Desa Kliris, Boja, Kabupaten Kendal, sebelumnya ditemukan meninggal dunia di tepi aliran sungai pada Rabu (12/2/2026) pagi, sekitar delapan kilometer dari titik kejadian.
Sementara itu, satu korban lainnya, Alfa Ayuda Inaara (14), warga Limbangan, Kendal, berhasil selamat setelah tersangkut bambu di tepi sungai.
Ia diketahui berboncengan dengan Nadia menggunakan sepeda motor Honda Scoopy saat kejadian.
Dengan ditemukannya seluruh korban, tim SAR memastikan operasi pencarian telah selesai dilaksanakan.