Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wagub Jateng Pertimbangkan Penutupan Tambang Pasir di Sumbang Banyumas Usai Keluhan Banjir Lumpur

Zainal Abidin RK • Minggu, 15 Februari 2026 | 08:32 WIB

Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin
Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin

BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk segera menindaklanjuti laporan terkait aktivitas penambangan pasir di Dusun Blembeng, Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, yang diduga menimbulkan kerusakan lingkungan.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin merespons keluhan warga mengenai banjir lumpur yang berulang kali terjadi di kawasan tersebut.

“Nanti akan segera kita cek dan tindak lanjuti. Jika terbukti menimbulkan gangguan, akan kita hentikan sementara sambil berkoordinasi dengan instansi perizinan,” ujar Taj Yasin saat menghadiri acara Gubernur Menyapa di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu, 14 Februari 2026.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan, pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap aktivitas pertambangan yang membahayakan keselamatan warga maupun merusak ekosistem.

Ia juga mengingatkan, Pemprov Jateng sebelumnya telah mengambil langkah tegas terkait aktivitas tambang di lereng Gunung Slamet dengan menghentikan sementara operasional serta melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai kewenangan.

“Saya sepakat ditutup jika memang membahayakan. Tim akan segera kita turunkan agar aktivitasnya setidaknya dihentikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Dalam forum bertema Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya tersebut, perwakilan masyarakat Sumbang, Rasiwen, menyampaikan keresahannya atas banjir lumpur yang kerap melanda wilayahnya.

“Ikan-ikan di kolam mati semua karena tercemar lumpur pekat. Kami menduga ini akibat peningkatan aktivitas tambang pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa,” ujarnya.

Raras menambahkan, kondisi geografis Kecamatan Sumbang yang berada di lereng gunung membuat warga sangat rentan terhadap potensi bencana. Aktivitas penambangan di bagian hulu dikhawatirkan menjadi ancaman serius yang dapat memicu banjir bandang maupun longsor.

“Kalau wilayah utara sudah mendung, kami selalu waswas. Jangan sampai terjadi lagi banjir bandang atau longsor karena posisi kami tepat di lereng gunung,” keluhnya.

Ia pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan mencabut izin tambang demi menjamin keselamatan dan ketenangan masyarakat setempat. (*)

 
 
 
Editor : Zainal Abidin RK
#tambang #tanah #Gus yasin