Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Ketiga Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Karangmalang Semarang Belum Ditemukan, 100 Personel Dikerahkan

Ali Mustofa • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:24 WIB

Anggota tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban pengendara motor yang terseret arus sungai di Kalimalang Mijen
Anggota tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban pengendara motor yang terseret arus sungai di Kalimalang Mijen

RADAR KUDUS – Hingga hari ketiga pencarian, Kamis (12/2/2026), satu korban pengendara motor yang hanyut terseret arus Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke Waduk Jatibarang yang menjadi muara sungai tersebut.

Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan proses pencarian sudah memasuki hari ketiga sejak kejadian, namun hasilnya masih belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Semarang, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Truk Boks dan Terseret 20 Meter di Underpass Jatingaleh, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Operasi pencarian gabungan masih berlangsung dan sampai saat ini korban belum ditemukan. Penyisiran dilakukan dari titik awal kejadian hingga ke Waduk Jatibarang,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Desa Krajan RT 2 RW 2, Selasa (10/2/2026).

Insiden bermula saat tanggul Sungai Karangmalang dilaporkan jebol sehingga air meluap dan menutup akses jalan penghubung menuju Desa Gerung, Gedungan, dan Gares.

Luapan air yang deras menyebabkan tiga pengendara sepeda motor terjatuh dan terseret arus bersama kendaraannya.

Dari tiga korban tersebut, satu korban bernama Nadia Eka Kurniawati hingga kini masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran berulang dari lokasi kejadian hingga muara sungai dengan jarak sekitar 10 kilometer.

Dalam operasi pencarian ini, sekitar 100 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun Libatkan Dua Mobil dan Dua Truk di Tol Semarang–Solo KM 465, Lalu Lintas Sempat Macet

Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat, susur sungai, hingga pemantauan di kawasan Waduk Jatibarang.

Menurut Moel, medan yang sulit menjadi salah satu kendala utama.

Kondisi tebing sungai yang curam, banyaknya bebatuan dan tumpukan sampah, serta cuaca yang masih sering diguyur hujan turut memperlambat proses pencarian.

“Medan sungai terjal dan tepinya curam sehingga berbahaya bagi tim. Selain itu, debit air meningkat karena hujan sehingga pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan petugas,” jelasnya.

Di area Waduk Jatibarang, tim juga mengerahkan perahu karet untuk menyisir lokasi.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun Libatkan Pajero, Avanza, dan Truk di Kabupaten Semarang, Dua Orang Luka Berat

Namun banyaknya sampah dan bebatuan di muara sungai turut menghambat proses pencarian.

Korban Nadia diketahui merupakan siswi kelas 3 SMP yang berdomisili di Cangkiran. Saat kejadian, ia berboncengan dengan rekannya, Alfa Ayuda Inara (14), warga Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal.

Alfa berhasil selamat setelah tersangkut bambu dan mendapat pertolongan warga di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang.

Setelah melapor, korban sempat pingsan dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapat perawatan.

Selain keduanya, terdapat korban lain dalam peristiwa tersebut, yakni Fahma Chusnun Nida (16), siswi SMAN 12 Kota Semarang yang mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Fahma ditemukan meninggal dunia pada Rabu (11/2/2026) sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian.

Jenazah Fahma ditemukan oleh relawan Banser di aliran Sungai Kranji, wilayah Kaligetas, Kecamatan Mijen, sekitar pukul 06.00 WIB.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Gedung KKMP Kunden Blora Terhenti dan Terbengkalai, Apa Sih Faktor Penyebabnya?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fahma diduga terseret arus saat perjalanan pulang dari sekolah.

Keberadaannya sebelumnya diketahui setelah keluarga mencari korban yang tidak kunjung pulang dan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Dari rekaman CCTV terlihat korban melintas sekitar pukul 18.40 WIB dan dikenali dari mantel merah muda yang dikenakannya.

Kapolsek Mijen Kompol Sutowo menjelaskan, korban diduga terseret arus banjir akibat luapan sungai yang menggenangi jalan di sekitar aliran sungai saat perjalanan pulang menuju rumah.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap Nadia terus dilakukan sejak Rabu pagi dengan melibatkan berbagai unsur.

Baca Juga: Puluhan Nominator Siap Terima Penghargaan Abdi Nagari Award Radar Kudus 2026

Tim menyisir kedua sisi Sungai Karangmalang dengan berjalan kaki karena kondisi sungai berbatu dan penuh rintangan sehingga perahu karet tidak dapat digunakan di beberapa titik.

Meski menghadapi arus yang deras dan kondisi cuaca kurang bersahabat, tim SAR gabungan berharap korban segera ditemukan dan proses pencarian dapat berjalan lancar.

Editor : Ali Mustofa
#jenazah #rumah duka #semarang #banjir #siswi sman #Sungai Kalimalang #terseret arus