Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Pemotor Terseret Banjir di Karangmalang Mijen Semarang, Satu Tewas dan Satu Masih Dicari, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:29 WIB
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban pengendara motor Honda Beat yang terseret arus air sungai Kalimalang Mijen Semarang
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban pengendara motor Honda Beat yang terseret arus air sungai Kalimalang Mijen Semarang

RADAR KUDUS – Peristiwa nahas menimpa tiga pengendara sepeda motor yang terseret arus banjir di jalan perkampungan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (11/2/2026) malam.

Dari tiga korban tersebut, satu orang berhasil selamat, satu korban ditemukan meninggal dunia, dan satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Dua korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy diketahui berinisial AADI dan NE.

Baca Juga: Belajar dari Rasulullah SAW: Wudhu Sederhana Tanpa Berlebihan

Keduanya merupakan pelajar SMP Negeri 3 Boja, Kabupaten Kendal.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat mereka melintasi jalan di wilayah Karangmalang dalam kondisi hujan deras dan arus air yang meluap dari sungai di sekitar lokasi.

Kapolsek Mijen Kompol Sutowo menjelaskan, genangan air yang berasal dari luapan sungai tersebut memiliki arus sangat kuat.

Diduga korban mengira arus masih dapat dilewati, namun justru terseret banjir.

“Air berasal dari luapan sungai di tepi jalan dan arusnya cukup deras. Kemungkinan korban mengira bisa melintas, tetapi akhirnya terseret arus,” ujar Sutowo, Rabu (11/2/2026).

Ia menuturkan, kedua pelajar tersebut terjatuh bersama sepeda motornya hingga masuk ke aliran sungai di pinggir jalan.

Beruntung AADI berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di rumpun bambu dekat sebuah pondok pesantren.

Baca Juga: Memahami Rukun dan Sunnah Wudhu untuk Menyempurnakan Ibadah

“Korban selamat karena tersangkut di pohon bambu di tikungan sungai dekat ponpes. Setelah itu dievakuasi warga dan dibawa ke puskesmas. Saat ini kondisinya sudah pulang ke rumah,” jelasnya.

Sementara itu, korban NE yang merupakan siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Boja warga Cangkiran hingga kini belum ditemukan.

Diduga korban terbawa arus sungai yang semakin deras akibat hujan dan jebolnya tanggul di sekitar lokasi.

Selain dua pelajar SMP tersebut, korban lain juga berasal dari pengendara sepeda motor Honda Beat berinisial FA, siswi kelas X SMA Negeri 12 Semarang.

Ia turut terseret banjir saat melintas di lokasi yang sama, tak lama setelah kejadian pertama.

Baca Juga: Kesucian Sebelum Menghadap Allah SWT, Pentingnya Memahami Syariat Wudhu

“Korban pengendara Honda Beat juga terseret arus di lokasi yang sama. Kejadian ini terjadi setelah peristiwa yang dialami pengendara Scoopy,” tambah Sutowo.

Polisi awalnya menerima laporan mengenai insiden yang melibatkan pengendara Honda Scoopy.

Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui ada korban lain yang lebih dahulu terseret arus.

“Peristiwa pertama sebenarnya dialami pengendara Honda Beat, kemudian sekitar satu menit setelahnya terjadi kejadian pada pengendara Scoopy di lokasi yang sama,” tegasnya.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan warga mengenai orang hilang.

Berdasarkan penelusuran rekaman CCTV di Karangmalang sekitar pukul 02.00 WIB, korban terlihat melintas di lokasi tersebut sebelum kejadian.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Selasa sore hingga malam juga memicu berbagai bencana lain di sejumlah wilayah.

Selain banjir, terjadi pula tanah longsor, pohon tumbang, talud ambrol, hingga kendaraan masuk jurang.

Baca Juga: Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kejagung Bongkar Rekayasa Klasifikasi Komoditas, 11 Orang Jadi Tersangka

Salah satu kejadian terjadi di kawasan Candi Golf, Jangli sekitar pukul 18.43 WIB, ketika sebuah mobil terperosok ke jurang.

Seorang perempuan yang menjadi korban berhasil selamat dan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan.

Di wilayah lain, pohon tumbang menimpa pedagang cilok di jembatan Rusunawa Unnes, Gunungpati sekitar pukul 19.07 WIB.

Pohon tumbang juga sempat menutup akses Jalan Kokrosono Raya dekat SMA 14 Semarang.

Banjir turut merendam sejumlah kawasan permukiman, seperti RT 6 RW 4 Bendan Duwur dengan ketinggian air hampir mencapai lutut orang dewasa.

Baca Juga: Lebih dari 1.000 Pedagang Ramaikan Tradisi Dandangan Kudus, Target Perputaran Uang Rp 17 Miliar

Air sungai juga meluap di wilayah Petompon serta menggenangi jalan Brigjen Sudiarto arah Penggaron–Mranggen dan jalan Cangkiran Gunungpati.

Bencana longsor juga terjadi di beberapa titik, di antaranya perumahan Griya Sekar Gading Kalisegoro yang menyebabkan tiang listrik dan telepon roboh, serta akses jalan Sekopek yang tertutup material longsoran.

Dalam perkembangan terbaru, tim SAR gabungan menemukan satu korban pengendara motor yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Kalimalang Mijen dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban diketahui bernama Fahma Musnun Nida (16), warga Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kendal, yang merupakan siswi kelas X SMA Negeri 12 Semarang.

Jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang di lahan jagung dekat jembatan Cempoko, Kecamatan Mijen, sekitar delapan kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kasi Operasi Basarnas Moel Wahyono menjelaskan, awalnya korban yang ditemukan diduga merupakan NE yang masih dalam pencarian.

Namun setelah dilakukan identifikasi, ternyata korban merupakan pengendara Honda Beat yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya.

“Korban ditemukan pagi tadi oleh tim SAR gabungan sekitar delapan kilometer dari titik awal kejadian,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia 7 Larangan Saat Menstruasi yang Perlu Dihindari agar Tubuh Tetap Nyaman

Pencarian sempat dihentikan Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB karena kondisi cuaca buruk dan arus sungai yang deras.

Proses pencarian kemudian dilanjutkan kembali keesokan harinya dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan.

Tim SAR kini membagi personel menjadi dua unit pencarian untuk menyisir sepanjang aliran sungai menuju Waduk Jatibarang serta area persawahan yang terdampak banjir.

Proses pencarian terkendala medan sungai yang berbatu sehingga penyisiran dilakukan dengan berjalan kaki dan tidak memungkinkan penggunaan perahu karet.

Kapolsek Mijen menegaskan, total terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut. Satu korban selamat, satu meninggal dunia, dan satu lainnya masih dalam proses pencarian.

“Ketiga korban perempuan dari dua kendaraan berbeda. Satu selamat, satu meninggal dunia dari pengendara Honda Beat, dan satu korban dari pengendara Scoopy masih dicari. Dua sepeda motor korban juga belum ditemukan,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #semarang #siswa smp #longsor #pengendara