Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bantah Isu Margoyoso, Wagub Jateng Pastikan SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Redaksi Radar Kudus • Senin, 9 Februari 2026 | 14:25 WIB

Wagub Taj Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).
Wagub Taj Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menegaskan bahwa rencana pendirian SMA Negeri di Kabupaten Pati tidak diarahkan ke Kecamatan Margoyoso.

Prioritas pembangunan justru difokuskan pada Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Wagub Taj Yasin: Pemprov Jateng Akan Lakukan Pemeriksaan dan Evaluasi MBG di Kudus

Audiensi digelar sebagai respons atas kegelisahan masyarakat serta pengelola sekolah swasta menyusul beredarnya informasi sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.

Dalam pertemuan itu, perwakilan paguyuban menjelaskan bahwa Kecamatan Margoyoso saat ini sudah memiliki ketersediaan lembaga pendidikan menengah yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun mutu.

Tercatat terdapat sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, serta satu SMA yang telah beroperasi.

“Margoyoso sudah cukup dengan lembaga pendidikan menengah yang ada. Kami berharap perhatian pemerintah lebih diarahkan pada peningkatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan mutu pendidikan,” ungkap Birhad, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso.

Menanggapi hal itu, Gus Yasin menegaskan bahwa sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri yang beredar di masyarakat bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Itu sosialisasi dari kabupaten, bukan dari kami,” tegasnya.

Gus Yasin menjelaskan, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah.

Baca Juga: Pemprov Jateng Tegaskan Longsor Gunung Slamet Dipicu Hujan Ekstrem, Bukan Tambang

Wilayah tersebut berada di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken yang masuk kategori blank spot pendidikan.

“Sampaikan kepada kabupaten agar sosialisasi itu tidak dilanjutkan. Kami tidak merencanakan pendirian SMA Negeri di Margoyoso, melainkan di Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk menelusuri aspek administratif terkait informasi yang telah beredar tersebut.

“Coba Disdik cek apakah ada surat dari Kabupaten Pati. Biasanya kalau sudah ada sosialisasi, ada surat resminya,” kata Gus Yasin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menyampaikan bahwa berdasarkan basis data yang dimiliki, terdapat dua kecamatan di Kabupaten Pati yang masuk kategori blank spot pendidikan.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Pemerintahan Pati, Pemprov Jateng Tugaskan Wabup Candra Usai Sudewo Jadi Tersangka KPK

“Dalam database kami, dua kecamatan itu adalah Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kecamatan Margoyoso tidak masuk dalam rekomendasi pendirian SMA Negeri baru.

“Sesuai arahan Kepala Dinas dan hasil audiensi dengan Wakil Gubernur, Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di Margoyoso.

“Jika ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Wakil Gubernur. Namun apabila belum ada, fokus perencanaan tetap pada Tambakromo dan Jaken,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#taj yasin #sma negeri #wakil gubernur