Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! Petugas Satpol PP Kebumen Meninggal Diserang ODGJ Bersenjata Tajam Saat Evakuasi, Begini Kejadiannya

Ali Mustofa • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:55 WIB
DUKA MENDALAM: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen turut menyaksikan pemulasaran jenazah Mochamad Faik, 33, personel Satpol PP yang meninggal saat mengevakuasi ODGJ.
DUKA MENDALAM: Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen turut menyaksikan pemulasaran jenazah Mochamad Faik, 33, personel Satpol PP yang meninggal saat mengevakuasi ODGJ.

RADAR KUDUS – Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Senin (2/2) sore.

Korban diketahui bernama Mochamad Faik (33), warga Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen.

Korban dilaporkan tewas setelah menjadi sasaran serangan ODGJ ketika proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga: PIHPS Rilis Harga Terbaru Pangan, Cabai Rawit Merah dan Beras Terpantau Stabil, Ini Daftarnya

Saat kejadian, ODGJ tersebut mengamuk dan melukai korban dengan senjata tajam hingga mengenai bagian leher.

“Insiden terjadi saat evakuasi. Yang bersangkutan memang membawa senjata tajam,” kata Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, saat dikonfirmasi.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Krakal, Kecamatan Alian.

Awalnya, korban bersama sejumlah personel Satpol PP lainnya berupaya mengevakuasi seorang ODGJ yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar.

ODGJ tersebut diketahui membawa beberapa senjata tajam, di antaranya celurit, parang, dan linggis.

“Kami sangat berduka. Rekan kami gugur saat menjalankan tugas,” imbuh Ira.

Sebelum evakuasi dilakukan, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta petugas puskesmas sempat menggelar koordinasi.

Baca Juga: Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun, Selisih Rp33 Ribu per Gram

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko, baik terhadap ODGJ maupun petugas yang terlibat. Seluruh personel pun bergerak dengan penuh kewaspadaan.

Namun dalam pelaksanaannya, proses evakuasi tidak berjalan mudah. ODGJ berada di dalam rumah dalam kondisi pintu terkunci.

Berbagai pendekatan persuasif telah dilakukan agar yang bersangkutan bersedia keluar, tetapi tidak membuahkan hasil.

Karena situasi semakin sulit dikendalikan, tim akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah.

Setelah pintu berhasil dibuka, ODGJ tersebut justru melakukan perlawanan. Ia secara tiba-tiba mengejar petugas sambil mengayunkan senjata tajam.

Baca Juga: Logam Mulia Antam Hari Ini: Harga Emas Turun Tajam, Buyback Ikut Merosot

Sabetan senjata mengenai leher korban hingga menyebabkan luka berat.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Soedirman (RSDS) Kebumen, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen tampak berada di RSDS Kebumen.

Di antaranya Sekda Kebumen, asisten sekda, Kepala Dinkes PPKB, serta Kepala BKPSDM. Kehadiran mereka untuk memastikan korban mendapat penanganan maksimal.

“Lukanya cukup parah, dengan pendarahan hebat, terlebih jarak tempuh dari Krakal cukup jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Kebumen, Budiharto, mengaku terkejut atas kabar meninggalnya korban.

Ia menyampaikan rencana pemakaman akan dilakukan setelah proses pemulasaran jenazah di RSDS Kebumen rampung.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan warga.

Selain itu, korban juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya.

“Kami benar-benar kaget mendengar kabar Mas Faik meninggal. Orangnya sederhana dan tidak neko-neko,” tuturnya.

 
 
 
Editor : Ali Mustofa
#kebumen #meninggal #ODGJ #satpol pp #senjata tajam