Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Penanganan Bencana Pemalang hingga Tahap Pemulihan

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:28 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung perkembangan penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung perkembangan penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026).

PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Penanganan tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat saja, melainkan berlanjut hingga tahap pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung perkembangan penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Pemprov Jateng Tegaskan Longsor Gunung Slamet Dipicu Hujan Ekstrem, Bukan Tambang

Dalam kunjungannya, ia melakukan pengecekan lapangan sekaligus memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah agar penanganan pascabencana dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi.

“Hari ini kami memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang jelas dan paripurna,” ujar Ahmad Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi bencana di Desa Penakir.

Ia mengungkapkan, sejak status darurat bencana ditetapkan oleh Bupati Pemalang, penanganan telah dilakukan secara terpadu.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama para pemangku kepentingan, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat, telah bergerak sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

Dalam arahannya, Ahmad Luthfi menyoroti sejumlah aspek penting yang harus menjadi prioritas, antara lain penanganan pengungsi, keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak, layanan kesehatan, penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, serta percepatan perbaikan sarana dan prasarana umum.

Berdasarkan data sementara, bencana di Kecamatan Pulosari berdampak pada 813 kepala keluarga atau sekitar 2.777 jiwa yang terpaksa mengungsi.

Selain itu, sekitar 80 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan rusak akibat bencana.

“Harapannya, masyarakat yang benar-benar terdampak bisa terbantu secara maksimal. Yang terpenting bukan hanya penanganan hari ini, tetapi bagaimana mereka ke depan bisa bangkit kembali,” tegasnya.

Photo
Photo

Untuk mendukung hal tersebut, Ahmad Luthfi meminta pendataan korban dilakukan secara detail dan akurat dengan sistem by name by address.

Pendataan mencakup kondisi rumah, lahan pertanian, barang berharga, hingga hewan ternak sebagai dasar penyaluran bantuan dan program pemulihan sosial ekonomi.

“Sawah yang terdampak genangan akan diusulkan sebagai gagal panen agar dapat diklaim melalui asuransi,” katanya didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Baca Juga: Terdampak Longsor, Pemprov Jateng Bakal Alokasikan Rp10 Miliar untuk Rehabilitasi Wisata Colo Kudus

Di sektor pendidikan, ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tempat belajar sementara bagi anak-anak pengungsi serta menugaskan guru guna mendampingi proses pembelajaran di lokasi pengungsian.

Sementara di bidang kesehatan, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan memastikan sistem rujukan cepat ke rumah sakit terdekat jika ditemukan kondisi darurat.

Langkah-langkah tersebut, lanjut Ahmad Luthfi, merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu pulih dan kembali menjalani kehidupan secara layak. (*)

 
 
 
Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #Ahmad Luthfi #gubernur #bencana #pemalang #kerusakan