SEMARANG – Pengerjaan proyek peninggian Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, resmi dimulai pada Selasa (13/1).
Proyek ini diperkirakan berlangsung selama sekitar tujuh bulan.
Tahap awal pekerjaan difokuskan pada ruas jalan dari arah barat ke timur, tepatnya mulai tikungan di sisi timur bawah Jembatan Tol Kaligawe hingga lampu lalu lintas simpang Terboyo.
Baca Juga: Pengalaman Hidup dengan Migrain, Dari Rasa Nyeri hingga Upaya Pencegahan Alami
Kegiatan diawali dengan pembongkaran median jalan.
Sejumlah pekerja tampak mengenakan rompi proyek berwarna oranye, sementara beberapa truk dump dan alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membongkar bata median dan langsung mengangkutnya ke dalam bak truk.
Rambu-rambu proyek juga dipasang di tengah median sebagai penanda dan imbauan bagi pengguna jalan.
Pada awal pelaksanaan, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan.
Hal ini disebabkan hanya satu lajur yang dibuka untuk kendaraan, sementara lajur paling tepi ditutup guna mendukung aktivitas pekerjaan.
Seorang pekerja yang mengaku sebagai pelaksana proyek menyampaikan bahwa sosialisasi telah dilakukan sebelumnya, baik melalui pamflet maupun media sosial.
“Pekerjaan masih tahap pembongkaran median, lalu material langsung diangkut truk,” ujarnya, Selasa (13/1).
Baca Juga: Ketika Shalat Kehilangan Ruh, Ibadah Tinggal Gerakan
Menurutnya, pengangkutan material secara langsung dilakukan agar tidak menghambat jalannya proyek.
Setelah itu, permukaan jalan dibersihkan sebelum memasuki tahapan berikutnya.
“Jalan diratakan dulu, bagian yang berlubang dibongkar. Kalau sudah beres, material baru didatangkan dan pekerjaan dilanjutkan,” tambahnya.
Selain pembongkaran median, para pekerja juga membersihkan gorong-gorong atau saluran air di sisi jalan yang kerap tergenang banjir.
Langkah ini dilakukan agar aliran air tetap lancar dan tidak mengganggu proses pengerjaan, terutama karena masih memasuki musim hujan.
Baca Juga: Alvaro Arbeloa Naik Kelas, Dipromosikan Jadi Pelatih Utama Real Madrid Gantikan Xabi Alonso
“Selokan dikeruk supaya air hujan cepat mengalir,” jelasnya.
Memasuki siang hari, kondisi lalu lintas kembali normal. Tidak terlihat kemacetan maupun penumpukan kendaraan di ruas tersebut.
Di lokasi juga tampak pekerja lain mengenakan seragam merah bermotif kotak-kotak yang bertugas memangkas dan merapikan tanaman di median utama.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah timur menuju barat terpantau lancar.
Menyikapi adanya proyek ini, pihak kepolisian turut memasang papan informasi berisi imbauan agar pengendara memilih jalur alternatif.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, menjelaskan bahwa proyek peninggian Jalan Kaligawe dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPPJN) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Nantinya, peninggian jalan dilakukan di kedua sisi dengan total panjang sekitar 1.150 meter.
“Pelaksanaan diperkirakan tujuh bulan, mencakup dua arah, baik menuju Demak maupun ke Kota Semarang. Untuk tahap awal sebelum Lebaran, dikerjakan sekitar 700 meter terlebih dahulu satu lajur ke arah Demak,” terangnya.
Baca Juga: Anggota Kongres AS Usulkan RUU Aneksasi Greenland Jadi Negara Bagian
Ia mengakui bahwa kawasan Kaligawe memang dikenal padat kendaraan meski tanpa adanya pekerjaan.
“Tanpa proyek saja sudah padat, apalagi sekarang ada pengerjaan,” katanya.
Meski demikian, pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta menyebarkan informasi dan imbauan guna meminimalkan kepadatan.
Pengendara dari arah Pelabuhan disarankan masuk tol, keluar di Gayamsari, lalu melintasi Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Jalan Wolter Monginsidi, dan menuju Demak.
“Alternatif lainnya bisa melalui Jalan Majapahit ke arah Mranggen. Sebaiknya hindari Jalan Kaligawe depan Unissula karena sedang ada proyek peninggian jalan,” pungkasnya.
Editor : Ali Mustofa