Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur Ahmad Luthfi Promosikan Peluang Investasi Jawa Tengah ke Kerabat Kasultanan Brunei

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:41 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bertemu kerabat Kasultanan Brunei Darussalam dengan menawarkan proyek strategis di Jakarta, Senin (29/12).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bertemu kerabat Kasultanan Brunei Darussalam dengan menawarkan proyek strategis di Jakarta, Senin (29/12).

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan sejumlah peluang investasi potensial kepada kerabat Kasultanan Brunei Darussalam dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Senin malam (29/12/2025).

Agenda tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus menarik investor guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

Pertemuan itu dihadiri oleh Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah serta Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra.

Baca Juga: Berhentikan Sementara Tambang di Gunung Slamet, Pemprov Jateng Ambil Langkah Cepat dan Tegas

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan berbagai potensi unggulan Jawa Tengah yang dapat dikembangkan bersama, mencakup sektor energi terbarukan, pengembangan kawasan industri, hingga pertanian berbasis teknologi modern.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa pertemuan ini ditujukan untuk memperkuat hubungan antara Jawa Tengah dan Brunei Darussalam sekaligus membuka peluang kolaborasi nyata di bidang investasi.

“Selain mempererat hubungan, kami juga menyampaikan berbagai peluang investasi yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” ujar Sujarwanto usai mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi.

Di sektor energi, Jawa Tengah menawarkan pengembangan energi hijau, termasuk tindak lanjut nota kesepahaman antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dengan mitra sebelumnya terkait pemanfaatan teknologi Solar Photovoltaic (PV) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Tak hanya itu, pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang juga menjadi salah satu fokus penawaran, dengan konsep green industry.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kawasan industri agar mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Juga: Dua Inovasi Pemprov Jateng Tembus Nasional, Raih Penghargaan Kemen PAN-RB

“Gubernur menegaskan bahwa arah pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah harus berbasis green industry, dan KIW menjadi salah satu kawasan prioritas,” kata Sujarwanto.

Pada sektor pertanian, Pemprov Jawa Tengah membuka peluang investasi untuk pengembangan Pasar Agro Digital Modern Soropadan serta penguatan peran Jawa Tengah sebagai pusat perbenihan nasional.

Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan daerah tahun 2026 yang menitikberatkan pada swasembada pangan dan penguatan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Sujarwanto menyebutkan, keterbatasan kapasitas anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menggandeng mitra investor dari luar negeri.

“Kami menawarkan pola kemitraan agar investor dapat berperan sebagai mitra pembiayaan dalam pengembangan sektor-sektor strategis tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi Informasi Publik Apresiasi Komitmen Pemprov Jateng dalam Akses Informasi

Ia menambahkan, kerabat Sultan Brunei Darussalam telah menerima paparan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Tengah. Mereka juga menunjukkan minat untuk meninjau langsung potensi investasi yang ditawarkan.

“Rencananya akan ada kunjungan ke Jawa Tengah untuk melihat secara langsung potensi investasi sekaligus pariwisata,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa upaya menawarkan investasi merupakan bagian dari peran kepala daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kepala daerah harus mampu mempromosikan keunggulan wilayahnya kepada calon investor.

“Saya menempatkan diri sebagai manajer pemasaran yang memperkenalkan seluruh potensi Jawa Tengah. Investasi menjadi salah satu sumber utama pembangunan selain pendapatan asli daerah,” ujar Ahmad Luthfi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap penjajakan kerja sama ini dapat berlanjut ke tahap realisasi, sehingga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan yang berkelanjutan di Jawa Tengah.

Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #Ahmad Luthfi #kerja sama #investasi #jakarta #brunei darussalam