RADAR KUDUS – Pelaksanaan perbaikan Jalan Kaligawe Raya yang dilakukan bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai kurang tepat oleh para pengguna jalan.
Pasalnya, aktivitas pengaspalan dan penambalan jalan justru menambah kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Jalan Kaligawe selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan, terlebih saat musim liburan ketika volume kendaraan meningkat signifikan.
Baca Juga: Harga Emas Sabtu 27 Desember 2025: Galeri 24 dan UBS Kompak Naik, Cek Daftar Terbarunya
Kondisi itu semakin diperparah dengan adanya pekerjaan perbaikan jalan di tengah arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (26/12), tampak sejumlah petugas melakukan perbaikan jalan berlubang menggunakan alat berat.
Akibatnya, kendaraan dari arah Demak menuju Semarang terpantau berjalan tersendat dan padat merayap.
Kerusakan jalan terlihat di beberapa titik, mulai dari kawasan pertigaan Terboyo hingga ke arah barat sebelum belokan menuju pintu tol.
Kepadatan serupa juga terjadi di jalur sebaliknya, dari arah barat menuju timur.
Baca Juga: Cek Daftar Harga BBM Terbaru Sabtu 27 Desember 2025 di SPBU Pertamina, Ini Rinciannya
Keluhan pun datang dari para pengendara yang melintas. Tarno, salah satu pengguna jalan, menyampaikan bahwa perbaikan jalan justru membuat kondisi lalu lintas semakin macet.
“Dalane didandani, dalane malah macet,” keluhnya.
Proses perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam.
Sekitar 10 orang pekerja terlihat melakukan penambalan di beberapa titik, termasuk di bagian tengah jalan, sehingga membuat arus kendaraan semakin tersendat.
Agus (46), warga Sayung yang sehari-hari bekerja di Semarang, mengaku heran perbaikan dilakukan saat momen liburan.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menambah panjang antrean kendaraan.
“Nggarap dalan pas liburan ngene, yo marai tambah macet,” ujarnya.
Diketahui, kerusakan Jalan Kaligawe disebabkan oleh genangan banjir yang terjadi pada Oktober hingga November lalu.
Selain itu, tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di jalur Pantura turut mempercepat kerusakan jalan.
Tanto (45), warga Sayung yang kerap melintas menggunakan bus, mengungkapkan kondisi jalan yang tidak rata membuat perjalanan terasa tidak nyaman.
Ia mengaku kendaraan kerap bergoyang saat melintasi ruas jalan yang rusak, terutama ketika dilewati bus atau truk besar.
Meski mendukung adanya perbaikan jalan, Tanto menyayangkan waktu pengerjaan yang dilakukan saat arus libur Nataru.
Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi dari arah timur ke barat, khususnya kawasan Genuk menuju Jembatan Tol Kaligawe.
Ia pun berharap perbaikan jalan ke depan tidak lagi dilakukan secara tambal sulam.
“Kalau bisa diperbaiki sekalian yang bagus. Apalagi sekarang musim hujan, takutnya banjir lagi dan jalannya cepat rusak,” pungkasnya.
Editor : Ali Mustofa