Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sopir Bus Cahaya Trans yang Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Berusia 22 Tahun

Zainal Abidin RK • Selasa, 23 Desember 2025 | 01:09 WIB

Sopir tersebut adalah Gilang Ihsan Faruq, 22, warga Jalan Komplek PJKA RT 01 RW 01 Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Sopir tersebut adalah Gilang Ihsan Faruq, 22, warga Jalan Komplek PJKA RT 01 RW 01 Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

SEMARANG - Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans yang terjadi di Tol Simpang Susun Krapyak, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Sopir bus yang terlibat dalam peristiwa tersebut diketahui masih berusia 22 tahun dan tergolong baru melayani rute jarak jauh.

Informasi tersebut disampaikan oleh kernet bus yang selamat, Robi Sugianto (51), warga Dukuh Tengah RT 01 RW 02 Desa Kalisumur, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Robi mengungkapkan bahwa sopir bus baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute Bogor–Yogyakarta sebelum kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Tanggung Seluruh Proses Pemulangan Korban Kecelakaan Bus di Exit Tol Krapyak, Semarang, Berikut Rinciannya

Sopir bus diketahui bernama Gilang Ihsan Faruq (22), warga Jalan Komplek PJKA RT 01 RW 01, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, sebelumnya Gilang merupakan pengemudi bus PO Al Hijrah yang melayani rute Padang–Jakarta–Bandung.

Dalam insiden tersebut, Gilang yang lahir di Lubuk Alung pada 27 Januari 2003 hanya mengalami luka ringan.

Ia telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Adhyatma atau RS Tugurejo Semarang.

Robi menyebutkan, saat kejadian bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun, ia mengingat dengan jelas detik-detik kecelakaan ketika bus tiba-tiba miring ke arah kanan sebelum menghantam pembatas jalan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Libatkan Tiga Truk di Jalan Kranggan-Pringsurat Temanggung, Satu Luka Berat dan Satu Meninggal

Benturan keras tersebut membuatnya terjatuh ke badan jalan hingga mengalami patah kaki serta luka di bagian kepala.

Sementara itu, suasana Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Adhyatma dipenuhi aktivitas penanganan korban.

Tangis keluarga korban terdengar di tengah kesibukan tenaga medis yang hilir mudik memberikan pertolongan. Hingga saat ini, tercatat sembilan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara 16 penumpang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Robi sendiri terbaring lemah dengan kaki patah dan kepala dibalut perban.

Meski demikian, ia masih dalam kondisi sadar dan didampingi oleh anggota keluarganya yang setia menunggu dengan penuh kecemasan dan harapan.

Editor : Zainal Abidin RK
#lalu lintas #kecelakaan tol Krapyak