Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Inovasi Pemprov Jateng Tembus Nasional, Raih Penghargaan Kemen PAN-RB

Redaksi Radar Kudus • Senin, 15 Desember 2025 | 20:41 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan di Kantor Kemen PAN-RB, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan di Kantor Kemen PAN-RB, Jakarta, Senin (15/12/2025).

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Dua inovasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemprov Jateng berhasil meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Kedua inovasi tersebut mampu bersaing dengan 3.051 proposal dari seluruh Indonesia yang masuk ke Kemen PAN-RB.

Baca Juga: Komisi Informasi Publik Apresiasi Komitmen Pemprov Jateng dalam Akses Informasi

Dari ribuan usulan itu, diseleksi menjadi 245 finalis, hingga akhirnya hanya 28 inovasi terbaik yang dinobatkan sebagai penerima penghargaan.

Dua inovasi unggulan Pemprov Jateng yang berhasil menyabet penghargaan OPSI yakni Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan (E-Va Centil) Klaim BPJS, inovasi dari RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto pada kategori penyedia layanan kesehatan.

Selain itu, penghargaan juga diraih inovasi Hetero Space yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah pada kategori pemerataan ekonomi serta penguatan UMKM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Peresmian Mal Pelayanan Publik Triwulan IV sekaligus Penganugerahan OPSI–KIPP 2025 di Kantor Kemen PAN-RB, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah agar terus meningkatkan kualitas layanan publik.

Terutama bagi jajaran Dinas Koperasi dan UMKM serta RSUD Margono Soekarjo yang telah menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Jateng Raih Peringkat II Nasional Ajang Sutami Award 2025

“Inilah bentuk motivasi bagi seluruh jajaran agar terus berinovasi dan memberikan pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima penghargaan.

Inovasi E-Va Centil sendiri telah diterapkan di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo sejak 20 Maret 2018.

Inovasi ini terus dikembangkan dan disempurnakan secara berkelanjutan setiap tahun guna meningkatkan efisiensi layanan serta memastikan validasi klaim BPJS dilakukan dengan cepat dan tepat.

Menurut Gubernur, implementasi E-Va Centil membawa dampak besar dalam peningkatan layanan kesehatan.

Salah satunya terlihat dari penurunan rata-rata lama rawat inap pasien yang semula 7,91 hari menjadi 4,51 hari.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Jateng Bangun 10 Embung pada 2025

Selain itu, beban over cost rumah sakit berhasil ditekan dari Rp7,5 miliar menjadi Rp4,4 miliar.

Biaya kenaikan kelas perawatan pasien juga turun drastis dari Rp2,4 juta menjadi hanya Rp414 ribu.

Seluruh klaim BPJS dapat dibayarkan 100 persen tanpa kehilangan data, serta frekuensi perbaikan klaim berkurang dari lima kali menjadi kurang dari satu kali.

Dampak lanjutan inovasi ini juga dirasakan secara makro, antara lain angka harapan hidup yang meningkat dari 74,08 tahun menjadi 74,91 tahun.

Sementara itu, Indeks Reformasi Birokrasi naik dari 76 menjadi 83, sehingga Pemprov Jateng meraih predikat A (memuaskan).

Sementara itu, inovasi Hetero Space dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda dan komunitas kreatif untuk beraktivitas, membangun jejaring, berkolaborasi, serta mengembangkan usaha.

Kehadiran Hetero Space dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Jateng dan Swasta dalam Memperluas Akses Rumah Layak Huni Menuai Apresiasi

Selama periode 2020–2022, telah diaktifkan tiga Hetero Space di Jawa Tengah, yakni di Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kabupaten Banyumas, dengan total anggota mencapai 7.072 orang.

Sebagai pusat aktivitas kreatif, Hetero Space menghadirkan beragam program unggulan, di antaranya Hetero for Startup, Hetero Business Leap, Akademi Balatkop, Woman Ecosystem Catalyst, Hetero Games, Hetero Bootcamp, serta Hetero Goes to Village.

Berbagai program tersebut terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Tercatat, pertumbuhan wirausaha baru mencapai 80,43 persen, rasio kewirausahaan meningkat menjadi 3,21 persen, serta berkontribusi dalam menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Tak hanya itu, Hetero Space juga mendorong peningkatan pendapatan daerah hingga Rp848,2 juta.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik harus terus diperkuat melalui berbagai terobosan.

Baca Juga: Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng, Penantian Panjang Para Guru Honorer

Ia menekankan bahwa peningkatan layanan tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tanpa menimbulkan keluhan publik.

“Pelayanan publik harus semakin mudah diakses, efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain Pemprov Jawa Tengah, penghargaan OPSI-KIPP 2025 juga diberikan kepada Kabupaten Kebumen melalui inovasi Pandora pada kategori program swasembada pangan, air, dan energi.

Gubernur Ahmad Luthfi turut mengapresiasi seluruh pemerintah daerah dan instansi di Jawa Tengah yang konsisten melahirkan inovasi.

Ia berharap inovasi-inovasi terbaik tersebut dapat direplikasi dan diterapkan secara luas, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di daerah lain di Indonesia.

“Inovasi itu harus berkelanjutan. Jangan sampai ganti pejabat, inovasinya ikut berhenti. Yang terbaik akan kita evaluasi dan kita gunakan demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menjelaskan bahwa penghargaan OPSI diberikan kepada instansi pemerintah yang benar-benar menghadirkan terobosan pelayanan publik.

Selain sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini juga menjadi pemacu agar instansi pemerintah terus melakukan perbaikan.

“Tahun ini ada 3.051 proposal inovasi yang masuk. Itu capaian luar biasa. Setelah seleksi ketat, terpilih 245 finalis dan akhirnya 28 inovasi terbaik. Penilaian dilakukan oleh para pakar dan melibatkan penilaian publik. Harapannya, inovasi tidak berhenti setelah mendapat penghargaan, tetapi terus dijalankan dan dikembangkan,” pungkas Rini. (*)

Editor : Ali Mustofa
#pemprov jateng #Ahmad Luthfi #kemen pan-rb #penghargaan #pendapatan daerah #pelayanan