Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jateng Amankan Komitmen Investasi Rp 62,3 Triliun dari Malaysia dan China

Zainal Abidin RK • Minggu, 30 November 2025 | 00:00 WIB
Ahmad Luthfi Gubernur Jateng
Ahmad Luthfi Gubernur Jateng

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mencatat capaian besar di sektor penanaman modal. Sejumlah pengusaha dari Malaysia dan Provinsi Fujian, China, resmi menyatakan komitmen investasi senilai total Rp 62,3 triliun melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa nilai investasi tersebut merupakan hasil kerja sama terpadu antara Pemprov Jateng dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Total komitmen investasi mencapai Rp 62,3 triliun. Dari Malaysia sekitar Rp 6,9 triliun, sedangkan dari Fujian, China sebesar Rp 55,4 triliun,” ungkapnya usai menghadiri pengukuhan profesor kehormatan di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menjelaskan, Provinsi Fujian yang telah menjalin hubungan sebagai sister province dengan Jawa Tengah selama dua dekade, menunjukkan minat besar di berbagai sektor strategis. Investasi mencakup pembangunan infrastruktur jalan, pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen otomotif, hingga pengembangan kawasan perumahan.

Tak hanya itu, sektor industri barang pecah belah serta energi terbarukan seperti panel surya juga masuk dalam skema kerja sama investasi tersebut.

Menurut Gubernur, daya tarik Jawa Tengah bagi investor terletak pada ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, iklim investasi yang kondusif, serta sistem perizinan yang semakin mudah dan transparan.

“Kita siap mengawal seluruh proses investasi ini, termasuk bagi penanaman modal asing. Sistem perizinan sudah kita sederhanakan,” tegasnya.

Di bidang pendidikan, kerja sama juga diperluas melalui program beasiswa dan magang untuk siswa SMK bidang teknologi informasi dengan salah satu perusahaan teknologi asal China. Program pertukaran pelajar antara Fujian dan Jawa Tengah turut diperkuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di pendidikan vokasi.

“Kami menyiapkan pendidikan vokasi sesuai kebutuhan industri agar lulusan siap kerja,” katanya.

Selain itu, pemerintah Provinsi Fujian juga berencana membuka penerbangan langsung rute Fujian–Semarang. Namun, rencana tersebut masih menunggu perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Ahmad Yani. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan pengelola bandara terus dilakukan.

Untuk jalur laut, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini telah memiliki rute langsung ke Fujian dengan jadwal dua minggu sekali. Meski demikian, revitalisasi pelabuhan tetap diperlukan guna meningkatkan kualitas layanan. Pemprov telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Perhubungan terkait hal tersebut.

Dari sektor perdagangan, kerja sama juga dijalin melalui Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC) bersama pengusaha Asia untuk mendorong peningkatan investasi di Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan Kadin dan Hipmi sebagai penggerak utama.

Gubernur optimistis, seluruh rangkaian kerja sama ini akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi baru di kawasan regional. (")

Editor : Zainal Abidin RK
#Ahmad Luthfi #china #jawa tengah #dpmptsp #Investor Affluent #malaysia