Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik! Akhiri Banjir Tahunan, Jalan Kaligawe Semarang Akan Dinaikkan Hingga Satu Meter

Ali Mustofa • Jumat, 28 November 2025 | 16:42 WIB

 

Jalan Raya Pantura Kaligawe - Genuk menjadi langganan banjir tiap tahun.
Jalan Raya Pantura Kaligawe - Genuk menjadi langganan banjir tiap tahun.

SEMARANG – Penanganan banjir di kawasan Kaligawe bakal dipercepat. Salah satu langkah utamanya adalah meninggikan ruas Jalan Kaligawe hingga satu meter.

Proyek ini disiapkan sebagai solusi agar banjir tahunan tidak terus mengganggu mobilitas dan distribusi logistik di Pantura Semarang.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, perbaikan pascabanjir masih berjalan. Kolam retensi yang sempat kurang kini sudah rampung.

Pihaknya juga akan meninjau langsung progres pekerjaan tersebut saat berada di Semarang.

“Kaligawe kok sudah mau selesai. Nanti saya lihat progresnya. Dari tahun ke tahun kita tinggikan untuk mengejar penurunan muka tanah. Tahun 2026 pasti ada lagi,” jelas Doddy Hanggodo, Kamis (27/11).

Peninggian jalan menjadi agenda tahunan karena penurunan tanah di kawasan Pantura cukup tinggi.

Namun, untuk pengerjaan besar ke depan, kewenangan sudah dialihkan ke Badan Otorita Pantai Utara Jawa.

Badan tersebut juga menangani proyek giant sea wall dengan anggaran Rp10 triliun.

“Dari tahun ke tahun kita kerjakan peninggian Jalan Kaligawe. Dari tahun ke tahun itu peninggian untuk ngejar penurunan muka tanah daerah situ. Tahun 2026 pasti ada lagi, setiap tahun sellau kita anggarkan untuk peninggian jalan itu,” bebernya.

Selain itu, Dody juga menyinggung percepatan pembangunan Tol Bawen– Yogyakarta.

Ia memastikan proyek tersebut tetap sesuai jadwal dan ditarget selesai pada 2026.

“Masih berproses, nggak ada masalah. Detailnya masih nanya ke kepala balainya dulu. Targetnya 2026 harusnya sudah bisa selesai,” katanya.

Tol sepanjang 75,12 kilometer itu terdiri enam seksi. Seksi 1 Yogyakarta–Banyurejo kini mencapai 83 persen, sementara Seksi 6 Ambarawa–Bawen sudah 74 persen.

Keduanya ditarget rampung tahun depan dan bisa langsung beroperasi.

Menurut Dody, percepatan pembangunan tol ini dinilai penting. Sebab, Tol Bawen–Yogyakarta akan menjadi jalur utama saat libur akhir tahun, Natal, dan Lebaran.

Akses baru tersebut diharapkan mengurai kepadatan sekaligus menggerakkan ekonomi wilayah.

“Karena itu (tol Bawen Yogyakarta), salah satu infrastruktur utama ya, utamanya pada saat nanti sudah mulai masuk musim liburan,” tandasnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, 17 kementerian dan lembaga akan terlibat dalam penyusunan dan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa yang direncanakan untuk melindungi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Menurut AHY, giant sea wall merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan wilayah.

Terutama menghadapi dampak krisis iklim, pemanasan global, banjir rob, dan penurunan muka tanah yang selama ini menjadi ancaman serius bagi wilayah Pantura.

Semarang dan Demak disebut sebagai dua wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.

Ia juga menegaskan bahwa konsep tanggul laut tidak sepenuhnya berbentuk beton. Pemerintah mempertimbangkan berbagai pendekatan, termasuk solusi berbasis alam.

“Tidak seluruhnya beton. Nanti ada bagian yang paling parah memang perlu beton tinggi. Tapi yang lain bisa menggunakan pendekatan lain, termasuk mangrove. Ini konsep terintegrasi dan komprehensif,” jelasnya usai mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Kamis (27/11).

Di sisi lain, AHY mengapresiasi kontribusi Undip yang telah menghadirkan riset dan teknologi pendukung pengendalian rob dan penataan kawasan pesisir.

Ia menyebut pemerintah akan mengombinasikan berbagai pendekatan teknis dan ekologis untuk menghasilkan perlindungan pesisir yang efisien dan berkelanjutan.

Menurutnya, koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus berlangsung termasuk lewat Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa.

Namun, terkait besaran anggaran dan pembagian porsi pendanaan, AHY menyebut masih dalam tahap pembahasan. 

Editor : Ali Mustofa
#jalan kaligawe #semarang #banjir tahunan #pantura #kolam retensi