Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Kematian Dosen Untag Semarang di Hotel, Bercak Darah Ditemukan di Tubuh Korban

Ali Mustofa • Jumat, 21 November 2025 | 18:09 WIB
Jenasah Dosen Untag Semarang dievakuasi dari kamar hotel
Jenasah Dosen Untag Semarang dievakuasi dari kamar hotel

RADAR KUDUS – Kejanggalan terkait tewasnya dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi (DLL) di dalam kamar hotel semakin menguat.

Apalagi setelah pihak keluarga mendapat kiriman foto korban dengan kondisi terdapat bercak darah di sejumlah bagian tubuh.

Kuasa hukum keluarga korban, Zaenal Petir menduga foto tersebut dikirim oleh AKBP B kepada pihak keluarga di Purwokerto, diterima oleh Tiwi.

“Foto itu kan dikirim oleh nomor yang belakang diketahui adalah AKBP B. Itu ngirim ke keluarga yang di Purwokerto. Foto itu sudah dikirim loh, ini ada bercak di paha, ada bercak kayak masih mengalir segar (darahnya), kemudian di perut,” jelas Zaenal Petir didampingi salah satu keluarga korban, Perdana Cahya Devian Melasco Kamis (20/11).

Namun foto-foto tersebut belum sempat disimpan oleh pihak keluarga, sang pengirim sudah menghapusnya.

“Nah, saat itu foto-foto itu belum sempat disimpan, dihapus lagi. Artinya ditarik lagi oleh pengirimnya. Itu menambah kecurigaan. Ada apa Gitu loh. Berdarah pahanya kenapa sih? kemudian perutnya berdarah kenapa sih? Kan bisa dicek,” beber Petir.

Atas kejanggalan tersebut, kemudian pihak keluarga memutuskan untuk dilakukan otopsi. Tujuannya supaya diketahui secara jelas penyebab kematian korban.

Pihaknya juga mengaku sudah menelusuri dan mengumpulkan banyak alat bukti. Termasuk yang dibawa oleh polisi.

Menurutnya, AKBP B terlihat panik dan bingung dengan barang bukti tersebut. Seakan ada sesuatu tidak wajar yang ditutupi.

“Nah, panik dan bingung itu karena ada apa, Kalau enggak ada apa-apa kan enggak usah panik, enggak usah bingung,” ujar Petir.

“Nah, ini yang harus perlu diungkap. Kalau polisi jujur, kalau polisi mau transparan pasti terungkap, Kematiannya karena apa?,” tegasnya.

Meski terdapat sejumlah kejanggalan, Zaenal Petir belum bisa menyimpulkan kematian korban akibat dugaan pembunuhan. Hanya saja, pihaknya menyebut kematian tersebut tidak wajar.

“Saya tidak bisa menyampaikan apakah dibunuh atau diapakan, yang jelas kami meragukan kematian secara wajar. Kami meragukan. Karena ujug-ujug meninggal. Dan meninggalnya itu hanya diketahui oleh AKBP B, perwira menengah. Yang mengetahui itu, ada masalah apa? Ada apa kan itu?,” terangnya.

Zaenal Petir mendorong kepada Polda Jateng untuk mengungkap secara gamblang kematian korban. Menurutnya, keluarga juga

masih merasa terpukul dengan kematian korban yang dirasa ada kejanggalan.

“Kapolda Jawa Tengah harus bisa mengungkap. Karena bukti semua ada. Laptop ada di Polda. Sudah diamankan di kepolisian. Kemudian HP juga sudah diamankan di kepolisian,” jelasnya.

Petir menjelaskan, korban merupakan anak yatim piatu. Kakak kandungnya tinggal di Jakarta. Kemudian datang ke Kota Semarang untuk mengurus administrasi meninggalnya korban.

“Saya urus surat kematiannya. Karena KK itu jadi satu dengan AKBP B. Otomatis pihak keluarga korban kesulitan untuk membawa jenazah ke tempat asal di Purwokerto,” terangnya.

Salah satu keluarga korban, Perdana Cahya Devian Melasco biasa dipanggil Vian mengaku mendapat kabar tersebut dari pihak Kampus Untag, Senin (17/11) sekitar pukul 18.00.

Pihaknya juga mengaku, tidak ada komunikasi mencurigakan sebelum korban meninggal.

“Enggak ada yang disampaikan cuma dia biasa di medsos, ya istilahnya dia suka intip-intip story, kita saling ngintip story, saling ngucapin misalkan ada apa,” ungkapnya.

Menanggapi adanya penyakit yang diderita korban, Vian mengaku belum mengetahui secara paham. Sebab, korban tidak pernah bercerita dan orangnya terkesan tertutup.

“Begitupun dengan kedekatan AKBP B ini juga saya tidak tahu. Keluarga juga tidak tau,” katanya. 

 

Editor : Ali Mustofa
#Dosen Untag #semarang #bercak darah #kamar hotel