Korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah Nina Puspita (43), warga Dusun Tarukahan, pada pukul 11.03 WIB.
Tak berselang lama, sekitar pukul 12.22 WIB, tim kembali menemukan korban kedua bernama Januar Kian Abdulah (15), yang juga merupakan warga Dusun Tarukahan.
Baca Juga: RS KEI di Solo Diresmikan, Prabowo: Pasien Jantung Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, jumlah warga yang masih hilang akibat tertimbun material longsor tinggal tiga orang lagi.
“Masih ada tiga korban yang belum ditemukan. Dua warga Dusun Tarukahan atas nama Fani dan Fatin, serta satu warga Dusun Cibuyut bernama Aca. Kami berharap semuanya dapat ditemukan hari ini. Tim terus bekerja secara maksimal,” ujar Kalakhar BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan, di hari ketujuh operasi pencarian, total 823 personel gabungan diterjunkan.
Upaya pencarian juga didukung 20 alat berat (excavator), 17 alkon, dan sembilan anjing pelacak (K9).
Sementara itu, data pengungsi menunjukkan ada 1.069 warga yang kini tersebar di berbagai titik pengungsian.
Sebagian di antaranya berada di Balai Desa Cibeunying (51 orang), MTs SS Cibeunying (77 orang), Masjid Wanasari (45 orang), Koperasi Desa Merah Putih (24 orang), serta di rumah kerabat di zona aman.
Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasi relokasi untuk warga yang terdampak bencana.
“Lahan seluas sekitar 3,9 hektare yang merupakan aset Pemkab sudah siap digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Gerbong KA Barang Aksa Cargo Anjlok di Surabaya, Sejumlah Perjalanan Terganggu
Pemkab kini sedang menyiapkan kebutuhan administratif dan teknis untuk pembangunan hunian baru bagi warga terdampak.
“Area relokasi berada di Desa Jenang, hanya berjarak dua kilometer dari Cibeunying,” tambahnya.
Menurut Syamsul, sedikitnya 296 kepala keluarga sudah terdata untuk direlokasi, dan kapasitas lahan memungkinkan pembangunan hingga 300 unit rumah.
Di lokasi pencarian, Kepala Kantor SAR Cilacap M Abdullah menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan di dua sektor berbeda, yakni worksite B-1 dan worksite B-2.
“Korban atas nama Nina Puspita ditemukan di worksite B-1 pada pukul 11.03 WIB, sedangkan Januar Kian Abdilah ditemukan di worksite B-2 pada pukul 12.22 WIB,” kata Abdullah.
Baca Juga: KA Barang Anjlok di PJL 4 Pasar Turi Surabaya, Evakuasi Libatkan Alat Berat
Pencarian sempat dihentikan sementara karena hujan turun tiba-tiba setelah evakuasi korban pertama, yang membuat situasi di lapangan berbahaya akibat risiko longsor susulan.
Namun setelah cuaca kembali membaik, operasi dilanjutkan.
Hingga kini, total 20 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tiga lainnya masih dicari.
Operasi hari ini dilakukan sejak pukul 06.00 WIB, dengan pembagian sektor pencarian di worksite A-1, B-1, dan B-2.
Menurut Abdullah, sektor-sektor tersebut ditentukan berdasarkan analisis titik dugaan keberadaan korban.
Di worksite A-1, tim fokus mencari satu korban bernama Diah Rahmadani.
Selanjutnya, di worksite B-1, pencarian dipusatkan di radius sekitar 10 meter dari titik awal temuan sebelumnya.
Sedangkan di B-2, khususnya sub-sektor B-2A, pencarian kembali difokuskan karena sebelumnya ditemukan dua korban dan dua sepeda motor di area tersebut.
Editor : Ali Mustofa