RADAR KUDUS - Kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu kembali terjadi di Sukoharjo.
Sebuah Toyota Rush berwarna putih tersambar Kereta Api (KA) Batara Kresna saat melintas di jalur Kampung Clangap, Kelurahan Begajah, pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 07.00 WIB.
Lokasi tersebut memang dikenal rawan lantaran tidak memiliki penjaga maupun palang pengaman.
Baca Juga: KA Batara Kresna Hantam Toyota Rush di Perlintasan Tanpa Palang di Sukoharjo, Begini Kronologinya
Mobil yang dikendarai seorang warga Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto itu terseret beberapa meter setelah bagian samping dan depan kendaraan menghantam rangkaian kereta.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar benturan keras sesaat setelah klakson kereta dibunyikan.
“Tadi jaraknya sudah sangat dekat. Sepertinya pengemudi tidak sadar kalau kereta sudah mendekat,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Dua orang yang berada di dalam mobil langsung ditolong warga sebelum petugas datang.
Keduanya kemudian dibawa ke RS Nirmala Suri untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terbaru para korban, namun laporan awal menyebutkan bahwa keduanya dalam keadaan sadar saat dievakuasi.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Sukoharjo juga membenarkan adanya insiden tersebut.
Kepala Dishub, Toni Sri Buntoro, menyebut kecelakaan terjadi di perlintasan liar yang tidak terdaftar dan tanpa penjagaan.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan petugas perkeretaapian untuk penanganan awal.
Sementara itu, kereta Batara Kresna dengan nomor perjalanan 514 Purwosari–Wonogiri sempat berhenti untuk pengecekan rangkaian.
Petugas menemukan indikasi kerusakan pada roda K1 38201 sehingga kereta harus melanjutkan perjalanan dengan kecepatan terbatas sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan di Stasiun Pasarnguter.
Usai pemeriksaan selesai pukul 07.34 WIB, perjalanan kereta dinyatakan aman dan dapat kembali beroperasi.
Baca Juga: Inovasi SIKEP Blora: Goresan Jujur dalam Tata Kelola Pemerintahan
Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta mengungkapkan bahwa seluruh penumpang maupun awak kereta dalam keadaan selamat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, menegaskan bahwa kedua korban hanya mengalami luka ringan.
Mobil mengalami kerusakan cukup parah pada beberapa bagian, terutama sisi kiri belakang yang menghantam kereta dan membuat kendaraan terpental sekitar enam meter.
Warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut mengatakan bahwa perlintasan itu sering dilalui masyarakat meski tidak resmi.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih mengingat rawannya risiko kecelakaan yang berulang di titik tersebut.
Pihak KAI kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintas di perlintasan sebidang.
Pengguna jalan juga diminta menghindari penggunaan perlintasan liar karena area jalur kereta merupakan zona steril yang hanya boleh digunakan oleh petugas terkait.
Editor : Ali Mustofa