Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Longsor Maut di Majenang: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas, Pencarian Berlanjut

Ali Mustofa • Jumat, 14 November 2025 | 22:42 WIB

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

RADAR KUDUS – Tanah longsor melanda Dusun Cibuyut dan Tarukahan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Belasan rumah tertimbun material, sementara 20 warga masih dinyatakan hilang hingga hari ini.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan menjelaskan, hujan deras sejak sore membuat struktur tanah yang rapuh tidak mampu menahan tekanan air.

Baca Juga: Emas Antam Kembali Menguat, Harga Hari Ini Tembus Rp 2,39 Juta per Gram

Longsoran besar terjadi seketika dan langsung menerjang permukiman warga.

Tidak lama setelah kejadian, tim gabungan berhasil mengevakuasi dua warga Dusun Tarukahan dalam keadaan meninggal dunia.

Keduanya adalah Julia Lestari (20) dan Maya (15). Jenazah ditemukan setelah petugas melakukan penyisiran pada malam hari.

Pencarian dilanjutkan Jumat pagi dengan membagi tim SAR menjadi lima sektor. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil sekitar pukul 10.35 WIB.

Petugas menemukan satu korban perempuan bernama Yuni (50) di sektor B-1 Tarukahan.

Ia merupakan ibu dari Maya yang ditemukan sehari sebelumnya. Dengan temuan ini, jumlah korban hilang tersisa 20 orang.

Daftar 20 Warga yang Belum Ditemukan

Data terbaru BPBD Cilacap, Jumat (14/11/2025):

Enam Warga Dusun Tarukahan:

Empat Belas Warga Dusun Cibuyut:

Hingga berita ini disusun, BPBD menyebut seluruh korban dari Dusun Cibuyut masih belum ditemukan.

Operasi pencarian dilanjutkan sejak pagi pukul 08.00 WIB dengan fokus pada area yang diperkirakan menjadi titik tertimbunnya para korban.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama menerangkan bahwa pembagian pencarian terdiri dari lima worksite berdasarkan lokasi potensi timbunan.

Rinciannya:

Menurut Priyo, total ada 16 rumah warga yang hilang tertimbun, masing-masing delapan di Tarukahan dan delapan lainnya di Cibuyut.

Sementara itu, Polda Jateng turut memperkuat penanganan dengan mengerahkan personel Brimob, Sabhara, serta unit anjing pelacak K9. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menjelaskan, kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan bencana pada Kamis malam.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian bencana, evakuasi korban, dan pencarian warga yang diperkirakan tertimbun.

Brimob juga mendirikan dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan petugas dan warga terdampak.

Artanto menambahkan, K9 dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah tidak bernyawa. Dua jenis anjing dilibatkan: yang peka mencari korban selamat dan yang khusus melacak jenazah.

Data terbaru korban jiwa longsor Cibeunying (per Jumat 14/11/2025 pukul 11.00):

  1. Julia Lestari (20) – Tarukahan

  2. Maya Dwi Lestari (15) – Tarukahan

  3. Yuni (45) – Tarukahan

Korban dalam pencarian: 20 jiwa, terdiri dari 6 warga Tarukahan dan 14 warga Cibuyut.

Artanto menyebut sebagian besar korban merupakan anggota keluarga dalam satu rumah.

Forkopimda Cilacap saat ini tengah menyiapkan lokasi pengungsian serta tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak.

“Seluruh tim berkomitmen melakukan penanganan maksimal untuk memastikan setiap korban bisa ditemukan dan warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan,” tegasnya.

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #cilacap #tekanan air #tanah #longsor #BPBD