RADAR KUDUS – Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Jalan Candiroto–Bejen, tepat di depan kompleks pemakaman Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Senin pagi (10/11/2025).
Lokasi yang dikenal masyarakat sebagai kawasan Rujak Asem itu kembali menelan korban dan memang kerap disebut sebagai titik rawan kecelakaan.
Insiden berlangsung sekitar pukul 06.30. Dalam peristiwa tersebut, seorang guru dari Kecamatan Ngadirejo meninggal dunia, sementara seorang sopir lainnya mengalami luka serius.
Baca Juga: Gus Dur Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Warisan Toleransinya Tetap Menginspirasi Bangsa
Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Yosra Meidicta Mandung, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dua sepeda motor, Yamaha Jupiter dan Honda Supra AA 3779 QN, melaju dari arah Candiroto menuju Bejen.
Saat berada di lokasi kejadian, sebuah truk Hino Dutro AB 8552 EB yang dikemudikan Agus Riyanto datang dari belakang.
“Pengemudi truk diduga tidak menjaga jarak aman, sehingga menabrak dua sepeda motor yang berada di depannya,” kata AKP Yosra.
Usai menabrak dua motor tersebut, truk oleng ke kanan dan melewati marka jalan.
Dari arah berlawanan, pikap Mitsubishi L300 AA 9237 BP yang dikemudikan Kaswan Budi Subagyo, 33, warga Jlegong, melintas sehingga benturan tak bisa dihindarkan.
Akibat kecelakaan ini, pengendara Honda Supra bernama Rofi’i, 59, warga Mangunsari, Ngadirejo, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat perawatan di Puskesmas Bejen.
Baca Juga: Prabowo Tetapkan Marsinah dan 9 Tokoh Lain sebagai Pahlawan Nasional 2025
Sementara itu, sopir pikap Kaswan Budi Subagyo mengalami patah tulang pada tangan kiri dan kini menjalani perawatan di RSUD Temanggung.
“Korban pengendara Honda Supra meninggal dunia setelah sempat dirawat,” lanjut Yosra.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan sementara mengarah pada kelalaian pengemudi truk yang tidak menjaga jarak aman.
AKP Yosra juga mengingatkan para pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama karena sejumlah titik di wilayah Temanggung masih minim penerangan dan rambu lalu lintas.
Ia menambahkan bahwa dalam sepekan terakhir sudah terjadi delapan kecelakaan lalu lintas di Temanggung, mayoritas melibatkan kendaraan roda dua.
Baca Juga: Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Termasuk Gus Dur dan Soeharto
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih tertib dan selalu mematuhi aturan lalu lintas,” ucapnya.
Satlantas Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti kondisi jalan yang dinilai kurang layak.
“Kami sudah mengirim surat kepada pihak terkait agar penerangan dan rambu di titik-titik rawan segera dibenahi,” tegas Yosra.
Editor : Ali Mustofa