Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meninggal Terseret Arus Sungai Jalinggo Kendal, Korban Terakhir Berhasil Ditemukan, Berikut Daftar Korbannya

Ali Mustofa • Kamis, 6 November 2025 | 22:45 WIB

Pencarian panjang mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya berakhir.
Pencarian panjang mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya berakhir.

RADAR KUDUS – Identitas enam mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang terseret arus di Sungai Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, akhirnya ditemukan.

Mereka merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah melakukan aktivitas di area wisata Tubing Jalinggo ketika musibah terjadi pada Selasa (4/11/2025).

Enam mahasiswa tersebut ialah Nabila Yulian Desi (Hukum Keluarga Islam), M. Labib Rizqi (Hukum Keluarga Islam), Syifa Nadila (Hukum Keluarga Islam), Riska Amelia (Hukum Keluarga Islam), M. Jibril Assyarafi (Pendidikan Matematika), dan Bima Pranawira (Pendidikan Fisika).

Baca Juga: Hanyut di Sungai Getas Kendal, Seluruh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meninggal Akhirnya Ditemukan, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Pencarian besar-besaran yang dilakukan sejak kejadian akhirnya berujung pada ditemukannya seluruh korban.

Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan Rabu (5/11/2025) malam sekitar pukul 21.50 WIB oleh warga yang menyusuri aliran sungai di Desa Banyuringin, Singorojo.

Petugas BPBD Kendal, Asep Sayidi, membenarkan penemuan tersebut.
“Ya, korban terakhir sudah ditemukan. Perempuan, berada di sekitar jembatan Mblanten,” ujarnya.

Jasad Nabila ditemukan di Kedung Jinotro, sekitar 10 kilometer dari titik awal hanyut.

Proses evakuasi dilakukan oleh warga dibantu tim SAR gabungan sebelum jenazah dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk pemeriksaan medis.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, turut hadir langsung dalam proses evakuasi di lokasi.

Baca Juga: Hanyut di Sungai Getas Kendal, Seluruh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Meninggal Akhirnya Ditemukan, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Kronologi dan Korban yang Berhasil Dievakuasi

Musibah terjadi ketika keenam mahasiswa tersebut berada di area Sungai Getas, Desa Purwosari.

Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan membuat aliran sungai tiba-tiba meluap dan menyeret mereka.

Pencarian segera digencarkan oleh BPBD, Basarnas, kepolisian, relawan, serta warga sekitar.

Meskipun sempat terhambat cuaca buruk, penyisiran terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan di aliran sungai menuju Banyuringin.

Mereka adalah, Bima Aditya Pratama, ditemukan paling awal tidak jauh dari lokasi kejadian. Irfan Maulana, ditemukan di area sekitar titik hanyut.

Lailatul Fajriyah, ditemukan dekat Bendung Jembatan Singorojo. Siti Aisyah, ditemukan lebih ke hilir dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Bikin Publik Heboh! Prabowo Geram Disebut Bayang-Bayang Jokowi: “Nggak Ada Itu, Untuk Apa Saya Takut?

Naufal Rizqi, ditemukan pada Rabu (5/11) siang oleh tim SAR. Selanjutnya, Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan malam harinya di sekitar Jembatan Mblanten.

Semua korban kemudian dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk keperluan identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kepala BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban terakhir berhasil ditemukan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, baik relawan maupun masyarakat, yang telah membantu,” katanya.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan di beberapa titik rawan aliran Sungai Getas demi keselamatan warga.

Duka di Dunia Pendidikan

Sementara itu, kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi civitas akademika.

Enam mahasiswa yang tengah menjalankan pengabdian melalui KKN justru berpulang saat melaksanakan tugas.

Sebagai bentuk penghormatan, UIN Walisongo Semarang menggelar sholat ghaib dan doa bersama di seluruh kampus.

Kepala Biro AUPK, Akhmad Fauzin, mengimbau agar seluruh mahasiswa dan dosen turut mendoakan para korban.

“Kami meminta civitas akademika melaksanakan sholat ghaib, baik berjamaah maupun sendiri, agar semuanya diberi kemudahan,” ucapnya.

Kegiatan belajar mengajar juga diminta diawali dengan doa untuk para mahasiswa yang wafat.

Posko KKN di wilayah Getas dihentikan sementara, dan mahasiswa yang berada di posko sekitar lokasi musibah mendapat pendampingan psikologis.

“Mahasiswa di posko terdampak akan kami dampingi oleh psikolog,” jelasnya.

Akhmad memastikan seluruh peserta KKN telah dijamin oleh program asuransi.

Baca Juga: Bikin Publik Heboh! Prabowo Geram Disebut Bayang-Bayang Jokowi: “Nggak Ada Itu, Untuk Apa Saya Takut?

“Ahli waris mahasiswa yang meninggal akan menerima haknya sesuai ketentuan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga Rabu siang sebelumnya, lima mahasiswa sudah ditemukan meninggal, sementara satu korban atas nama Nabila masih dalam pencarian.

Program KKN UIN Walisongo sendiri direncanakan berlangsung 40 hari dan baru berjalan setengah jalan ketika tragedi terjadi. Evaluasi menyeluruh saat ini sedang dilakukan oleh pihak kampus.

Akhmad turut menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kendal atas dukungan dan bantuan selama proses pencarian serta pemulasaraan jenazah.

“Terima kasih kepada Bupati Kendal dan jajarannya. Bahkan Menteri Agama telah menyampaikan duka cita kepada Pak Rektor,” katanya.

Editor : Ali Mustofa
#tim sar #meninggal #mahasiswa #uin walisongo semarang #kkn #terseret arus sungai