RADAR KUDUS — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof. Nizar, akhirnya angkat bicara terkait musibah yang menimpa enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.
Ia menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus memastikan bahwa pihak kampus akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN di seluruh wilayah penugasan.
“Keselamatan mahasiswa merupakan prioritas utama universitas. KKN memang bagian dari pengabdian kepada masyarakat, namun pelaksanaannya harus selalu disertai kesiapsiagaan, mitigasi risiko, dan pengawasan yang ketat,” tegas Prof. Nizar, Selasa (4/11).
Baca Juga: Tragedi Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Singorojo Kendal, Tiga Ditemukan Meninggal Dunia
Sebagai bentuk tanggung jawab, UIN Walisongo telah menurunkan tim pendamping universitas serta dosen pembimbing lapangan untuk membantu proses pencarian para korban dan memberikan dukungan kepada keluarga di Kendal.
Pihak kampus juga berkoordinasi dengan BPBD Kendal, Kantor SAR Semarang, dan aparat setempat guna mempercepat proses evakuasi.
Selain itu, universitas menyediakan layanan konseling dan pendampingan spiritual bagi mahasiswa maupun keluarga yang terdampak musibah tersebut.
“Kami juga akan memperkuat sistem keamanan dan mitigasi kegiatan KKN agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.
Rektor bersama seluruh civitas akademika UIN Walisongo menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya tiga mahasiswa terbaik mereka.
Yaitu: Syifa Nadhilah, M. Labib Rizqi, dan Riska Amelia, yang menjadi korban dalam insiden di aliran Sungai Jalinggo.
“Universitas berkomitmen penuh untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik," ujar Prof. Nizar.
Ini bukan sekadar duka bagi keluarga, tetapi juga duka bagi seluruh keluarga besar UIN Walisongo,” tuturnya.
Hingga Selasa sore, tim gabungan dari BPBD Kendal, Basarnas Semarang, PMI, FRPB, serta relawan masyarakat masih terus melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Jalinggo.
Untuk mencari tiga mahasiswa lainnya yang belum ditemukan.
Editor : Ali Mustofa