Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan, Pemprov Jateng Kendalikan Hujan di Langit Semarang-Demak

Zainal Abidin RK • Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:44 WIB

angit Semarang dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tampak dilintasi pesawat khusus pembawa garam.
angit Semarang dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tampak dilintasi pesawat khusus pembawa garam.

SEMARANG – Langit Semarang dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tampak dilintasi pesawat khusus pembawa garam. Pesawat tersebut bukan sedang melakukan patroli, melainkan menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengendalikan curah hujan, sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Setiap penerbangan membawa sekitar 1 ton Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di awan-awan berpotensi hujan. Dalam satu misi, pesawat diawaki empat personel, terdiri atas kapten pilot, kru teknis, dan dua petugas penyemaian.

Sebelum lepas landas, petugas mengisi bahan garam ke dalam badan pesawat. Garam tersebut dikemas dalam puluhan karung putih dan ditata rapi di dalam kabin agar mudah disemai saat pesawat mencapai ketinggian optimal.

Baca Juga: Dinsos Jateng Dirikan Dapur Umum, Siapkan Ribuan Porsi Makanan untuk Pengungsi Banjir Semarang

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur untuk menekan curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di wilayah pesisir utara. “Langkah ini diharapkan bisa mengalihkan awan hujan dari kawasan Semarang, Demak, Kendal, hingga Pati,” katanya.

Gubernur Ahmad Luthfi mengakui bahwa satu pesawat belum cukup untuk mengimbangi pembentukan awan hujan yang terus terjadi. Oleh karena itu, pihaknya menambah satu unit pesawat lagi agar operasi bisa menjangkau area yang lebih luas.

“Dari hasil pantauan, awan hujan banyak terbentuk di wilayah Solo dan bergerak ke Semarang. Maka kita tambah satu pesawat lagi untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca,” tegas Luthfi.

Operasi ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jawa Tengah. Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi curah hujan ekstrem yang berpotensi memperparah genangan di kawasan Kaligawe, Genuk, dan Sayung.

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Guyur Jateng, Warga Diminta Waspada Longsor dan Banjir

Warga di wilayah terdampak pun menaruh harapan besar terhadap hasil operasi ini, agar kondisi cuaca lebih terkendali dan banjir dapat segera surut.

Editor : Zainal Abidin RK
#gubernur jawa tengah #OMC #Ahmad Luthfi #nacl