Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur Ahmad Luthfi Tegas: Kaligawe Harus Bebas Banjir!

Zainal Abidin RK • Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:53 WIB

Gubenur Luthfi saat meninjau Kolam Retensi Terboyo, Kamis (30/10/2025).
Gubenur Luthfi saat meninjau Kolam Retensi Terboyo, Kamis (30/10/2025).

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kaligawe, Semarang. Ia menekankan bahwa wilayah tersebut harus benar-benar kering tanpa genangan sedikit pun.

“Kaligawe kudu asat! Tidak ada alasan lain. Kalau masyarakat sudah kesulitan, maka kita tidak bisa terus-menerus berdebat soal teknis,” ujar Luthfi saat meninjau Kolam Retensi Terboyo, Kamis (30/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan akan mengerahkan bantuan dari TNI untuk mempercepat pengerukan sedimentasi di saluran air. Ia bahkan siap turun langsung ke lapangan apabila penanganan banjir berjalan lambat.

Menurutnya, penanganan di Kaligawe menjadi kunci utama dalam upaya besar mengendalikan banjir di wilayah Semarang-Demak. Genangan yang terjadi selama ini tidak hanya mengganggu pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jalur utama Pantura.

“Air yang masih menggenang harus segera dibuang ke laut. Gunakan pompa sebanyak mungkin agar jalan cepat kering dan warga bisa beraktivitas normal,” tegasnya.

Saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah mengoperasikan 38 unit pompa untuk mempercepat penyurutan air. Rinciannya meliputi 7 pompa eksisting berkapasitas 14 m³/detik, 3 floating pump dengan kapasitas 6 m³/detik, serta 28 mobile pump dengan total daya hisap 10,36 m³/detik.

Dengan total kapasitas mencapai 30.360 liter per detik, pompa-pompa ini bekerja di empat titik utama: Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengendalikan intensitas hujan di kawasan hulu, serta mengevakuasi warga terdampak di beberapa titik yang tergenang hingga 90 sentimeter.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebut pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi Gubernur terkait pelebaran saluran dan penambahan unit pompa.

“Kita langsung tindak lanjuti. Nanti kita koordinasikan agar air bisa segera dialirkan ke kolam retensi Terboyo dan diteruskan ke Sungai Babon. Dengan begitu, jalur nasional bisa cepat pulih,” jelas Dwi.

Ia menambahkan, koordinasi antara BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jateng-DIY terus dilakukan untuk menyinergikan sistem pompa, kolam retensi, dan drainase agar penanganan banjir lebih menyeluruh dan efektif.

Editor : Zainal Abidin RK
#Terboyo #OMC #bbws #tni 2023 #kolam retensi #PUPR #tni #Gubernur Ahmad Luthfi