Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Delapan Pompa Dioperasikan 24 Jam, Pemprov Jateng Kebut Penanganan Banjir Semarang

Zainal Abidin RK • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:42 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan penanganan banjir di Kota Semarang dengan mengoperasikan delapan unit pompa air di sejumlah titik genangan. Jumlah pompa tersebut meningkat dua unit.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan penanganan banjir di Kota Semarang dengan mengoperasikan delapan unit pompa air di sejumlah titik genangan. Jumlah pompa tersebut meningkat dua unit.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan penanganan banjir di Kota Semarang dengan mengoperasikan delapan unit pompa air di sejumlah titik genangan. Jumlah pompa tersebut meningkat dua unit dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan penambahan pompa ini, kapasitas penyedotan air meningkat dari 1.400 liter per detik menjadi sekitar 1.900 liter per detik.

Selama tidak turun hujan lebat, air diharapkan dapat surut lebih cepat karena pompa dijalankan non-stop selama 24 jam.

“Sejak kemarin pompa sudah terpasang dan bekerja.

Hari ini atas instruksi Bapak Gubernur, dua pompa tambahan kembali dioperasikan untuk mempercepat surutnya banjir,” ujar Kepala Pusdataru Pemprov Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, Jumat, 24 Oktober 2025.

Pompa tersebut ditempatkan di beberapa lokasi strategis: satu unit di kawasan Kali Tenggang, dua unit di Terboyo, dan tiga unit di aliran Kali Sringin.

Sementara dua pompa tambahan ditempatkan pada titik yang dianggap paling efektif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kedua pompa ini didatangkan dari Balai PSDA Tegal dan Kudus.

Selain upaya pompanisasi, tim teknis juga melakukan peninjauan langsung di lokasi banjir untuk mengetahui penyebab utama tingginya genangan.

“Kondisi ini bukan dipicu pembangunan jalan tol.

Faktor utamanya adalah curah hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir,” jelas Henggar.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sungai merupakan kewenangan beragam pihak, tidak hanya pemerintah provinsi.

Beberapa sungai, termasuk Sungai Pemali Juana, ditangani oleh pemerintah pusat melalui balai besar terkait.

Banjir kali ini berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Semarang, Kabupaten Demak, serta Grobogan. Selain mengoperasikan pompa, Pemprov Jateng juga menyiapkan posko pengungsian untuk warga yang rumahnya terendam.

Distribusi bantuan logistik turut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan seluruh dinas terkait turun langsung membantu warga sesuai tugas dan fungsinya.

Editor : Zainal Abidin RK
#Banjir semarang #pemprov jateng #Sayung Demak #bpbd jateng #Sayung