Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Semarang Banjir dan Macet Parah! Begini Cara Pantau Kondisi Kota Lewat CCTV Online Pemkot

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:47 WIB
Banjir di sekitar terminal Terboyo Semarang pagi ini setinggi sekitar 100 cm
Banjir di sekitar terminal Terboyo Semarang pagi ini setinggi sekitar 100 cm

RADAR KUDUS – Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (21/10/2025) sore hingga malam membuat sejumlah wilayah tergenang air. Tak hanya banjir, warga juga dihadapkan pada pohon tumbang dan kemacetan panjang di beberapa ruas jalan utama.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang masih beraktivitas di luar rumah saat malam hari.

Sejumlah kendaraan dilaporkan mogok akibat genangan tinggi, sementara beberapa titik seperti Kaligawe, Terboyo, dan Muktiharjo Kidul menjadi kawasan paling parah terdampak.

Pemerintah Kota Semarang pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca ekstrem berlanjut.

CCTV Online: Solusi Cepat Pantau Banjir dan Lalu Lintas

Di tengah situasi yang tidak menentu, Pemkot Semarang menghadirkan solusi praktis untuk membantu warganya: akses CCTV online secara real-time.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat memantau kondisi banjir, kemacetan, hingga pohon tumbang di seluruh penjuru kota langsung dari ponsel mereka.

Tayangan video yang bersumber dari ratusan kamera milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang ini dapat diakses publik melalui tautan resmi Pemkot.

Layanan tersebut memungkinkan warga memilih rute aman, menghindari jalan tergenang, dan memantau perkembangan cuaca dari rumah.

“Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tetap bisa beraktivitas dengan aman meski kondisi kota sedang darurat banjir,” ujar seorang pejabat Diskominfo Semarang.

Baca Juga: Peta Banjir Semarang 2025: Dari Genuk hingga Pedurungan Terancam Genangan

Pantauan Real-Time, Cukup dari Ponsel

Dengan sistem ini, warga tak lagi perlu menunggu informasi dari media sosial atau laporan warga lain. Cukup membuka tautan resmi CCTV Pemkot Semarang, seluruh kondisi jalan dapat dilihat langsung dalam hitungan detik.

Layanan ini juga memperlihatkan titik-titik rawan seperti simpang utama, kawasan industri, terminal, hingga jalur Pantura Semarang–Demak yang sering dilanda genangan.

Pemantauan CCTV menjadi langkah konkret Pemkot dalam mempercepat respon terhadap bencana perkotaan yang kerap datang tiba-tiba.

“Warga bisa cek langsung lewat HP, lihat di mana titik banjir atau kemacetan terparah. Dari situ mereka bisa tentukan jalur alternatif,” kata petugas BPBD Semarang yang ikut memantau kondisi lapangan.

Teknologi untuk Keselamatan Publik

Langkah Pemkot Semarang memanfaatkan CCTV online ini sejalan dengan upaya transformasi digital perkotaan yang fokus pada keselamatan publik.

Sistem pemantauan ini bukan sekadar alat visualisasi, tetapi juga bagian dari manajemen tanggap darurat bencana, karena datanya digunakan langsung oleh petugas lapangan seperti BPBD, Dishub, dan Satlantas.

Dengan akses terbuka untuk masyarakat, warga dapat berpartisipasi aktif dalam mitigasi bencana. “Semakin banyak warga yang tahu titik rawan, semakin cepat pula penanganannya,” ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo.

Pemkot juga menegaskan bahwa seluruh tayangan CCTV tersebut merupakan saluran resmi dan legal, bukan rekaman pribadi atau komersial, sehingga masyarakat diimbau mengakses hanya dari kanal pemerintah.

Baca Juga: Setelah Hujan Dua Hari, Genuk Banjir Parah , Air Setinggi Pinggang Genangi Jalan dan Rumah Warga

Kemacetan dan Pohon Tumbang Masih Mengintai

Selain banjir, laporan dari petugas lapangan menunjukkan masih ada beberapa titik yang mengalami pohon tumbang dan kabel listrik putus akibat hujan disertai angin kencang.

Situasi ini menambah risiko kecelakaan di malam hari.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame selama hujan deras.

Polrestabes Semarang juga telah menurunkan personel untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan membantu mengevakuasi kendaraan yang terjebak di genangan.

Warga Didorong Manfaatkan Teknologi

Warga diimbau untuk aktif memanfaatkan layanan CCTV online Pemkot Semarang sebelum bepergian, terutama pada malam hari atau saat curah hujan tinggi.

Langkah sederhana ini dinilai bisa mengurangi risiko terjebak di kawasan banjir maupun kemacetan yang berpotensi membahayakan.

“Teknologi ini bisa jadi penyelamat. Sebelum berangkat, cukup cek kondisi kota lewat tautan CCTV. Aman dan efisien,” ujar Rina (35), warga Pedurungan yang rutin memantau kondisi jalan sebelum berangkat kerja.

Kesiapsiagaan Jadi Kunci

Hujan deras yang berulang menjadi pengingat bahwa Semarang masih berjuang menghadapi persoalan klasik: banjir dan kemacetan.

Namun dengan langkah cepat seperti sistem pemantauan digital ini, warga memiliki kesempatan untuk bertindak lebih cerdas dan lebih cepat menghindari risiko.

Pemkot berharap partisipasi warga dalam memantau, melapor, dan menjaga lingkungan dapat memperkuat sistem peringatan dini agar Semarang semakin tangguh menghadapi musim penghujan.

Editor : Mahendra Aditya
#CCTV banjir Semarang #banjir semarang 2025 #Banjir semarang #banjir semarang hari ini #Pemkot Semarang CCTV real time